Keluarga Terduga Pembegalan di Tambelang Pertanyakan Profesionalisme Penyidik Polsek Tambelang

Bekasi, Kabarsebelas.com – Keluarga terduga kasus pembegalan di Tambelang pertanyakan profesionalisme penyidik Polsek Tambelang, Polres Metro Bekasi.

Pasalnya, hampir Tiga bulan lebih pasca penangkapan dan penahanan 4 orang terduga begal tambelang, yang ditangkap di warung sekitar jalan raya kali CBL, Wanasari, Cibitung, oleh Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Tambelang dan Unit Jatanras Polres Metro Bekasi, ditanggapi dengan keprihatinan yang mendalam oleh pihak orang tua terduga begal tambelang.

Pihak keluarga terduga pembegalan sangat menyayangkan sikap profesionalisme penyidik kepolisian sektor Tambelang yang diduga terkesan sangat memaksakan anak-anak nya menjadi terdakwa dan di penjara dalam tuduhan pembegalan pada tanggal 24 juli 2021 di jalan sukaraja, tambelang.

“Saya prihatin dan ngga habis pikir dengan nurani para penyidik, jelas – jelas anak saya terekam di CCTV ada di musholah dan tidak ada di TKP pembegalan, serta para saksi juga sudah bersaksi di sidang praperadilan dan membenarkan telah terjadi penganiayaan kepada anaknya, sehingga anaknya mengakui tuduhan penyidik,”ungkap Rusin, orang tua dari Muhamad Fikry, Minggu 31/10/2021.

Dirinya melanjutkan bahwa dalam Putusan Praperadilan yang diajukannya melalui Tim Pengacara, telah diputuskan oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Cikarang pada tanggal 1 Oktober 2021, Hakim dalam Putusannya Menolak Eksepsi pihak Termohon (Kepolisian). Namun, meskipun sanggahan dan tangkisannya di Tolak oleh Hakim, pihak penyidik masih saja mencari cara untuk memenjarakan anaknya dan 3 orang lainnya.

“Saya menduga ada pemufakatan antara oknum Penyidik, Kejaksaan Negeri Cikarang dan Pengadilan Negeri Cikarang terkait proses hukum anaknya karena dari pihak kejaksaan selalu saja memberikan petunjuk untuk kelengkapan Berkas Perkara tanpa adanya sikap tegas bahwa Berkas Perkara tidak layak untuk diteruskan ke proses penuntutan,”jelasnya.

Kemudian lanjutnya, ketua Pengadilan Negeri Cikarang juga tanpa mempertimbangkan Putusan Praperadilan masih saja memperpanjang Penahanan anaknya, padahal perpanjangan penahanan tahap 1 pada tanggal 26 Oktober 2021 sudah selesai, dan ketika saya mau mengkonfirmasi terkait berakhirnya masa penahanan anak saya bersama Tim pengacara ke Polsek Tambelang pada tanggal 25 Oktober 2021, tidak ada satu pun pihak penyidik yang menemuinya.

“saya mendapat informasi dari petugas jaga Polsek Tambelang bahwa anaknya diperpanjang lagi penahanannya oleh Pengadilan Negeri Cikarang berdasarkan surat perpanjangan yang di tanda tangani secara elektronik oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cikarang pada tanggal 19 Oktober 2021 namun, itu pun tembusan surat perpanjangan penahanannya baru diberikan pada tanggal 29 Oktober 2021 sekira jam 22.20 Wib oleh penyidik Polsek Tambelang,”jelasnya lagi.

Disinilah ia mempertanyakan profesionalisme penyidik, apakah karena terduga berasal dari orang – orang miskin, para Penegak Hukum dengan berbagai kewenangannya seenaknya memainkan hukum.

“Lembaga Negara yang lainnya pun seperti menutup mata dan telinganya semua tanpa sedikit pun memiliki hati nurani untuk mendorong agar keadilan dapat ditegakan untuk orang-orang miskin seperti kami,”pungkasnya.(red)