GM-NU Nilai Polda Metro Jaya Lamban Dalam Menangani Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Pilwabup Bekasi

Bekasi, Kabarsebelas.com – Hampir empat bulan lebih Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dugaan kasus pemalsuan surat pada proses pemilihan wakil bupati bekasi sisa masa jabatan tahun 2017 – 2022.

Generasi Muda Nahdatul Ulama (GMNU) Kabupaten Bekasi menilai Polda Metro Jaya begitu lamban dalam menangani kasus dugaan Pemalsuan surat proses pemilihan wakil bupati Bekasi.

“4 bulan lebih waktu yang telah di jalani oleh Polda Metro Jaya pasca penerbitan surat perintah penyelidikan, merupakan waktu yang cukup panjang untuk penuntasan sebuah kasus pemalsuan surat,”tegas Sahroji, Sekretaris Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2020)

Menurut Sahroji, jika dalam penuntasan kasus tersebut ada pihak yang mau mengarahkan untuk diselesaikan dengan cara restoratif keadilan, dirinya meminta Polda Metro Jaya transparan dan proposional agar tidak menjadi pertanyaan di masyarakat.

Ia juga meminta agar Polda Metro Jaya melalui tim penyelidikan yang telah dibentuk untuk segera melakukan gelar perkara guna mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dari sebuah peristiwa yang telah dilaporkan secara resmi.

“Saya minta kepada Divpropam Mabes Polri dan Kompolnas untuk turut mengawasi penuntasan proses hukum tersebut agar prosesnya dapat dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku,”pungkasnya.

Perlu diketahui salah satu calon wakil Bupati Kabupaten Bekasi melaporkan panitia pemilihan ke Polda Metro Jaya dengan bukti laporan nomor: LP/1980/III/YAN.2.5/2020/SKPT PMJ, tertanggal 24 Maret 2020 dan ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya dengan menerbitkan Surat Penyelidikan dengan nomor : SP.Lidik/1718/IV/2020/Ditreskrimum, pada 6 April 2020.(red)