Seorang mahasiswa MBA berusia 24 tahun ditemukan tewas di dalam akomodasi sewaan teman sekelasnya di Indore setelah tetangganya melaporkan bau busuk yang menyengat dari rumah tersebut. Terdakwa, yang melarikan diri setelah kejadian tersebut, kini telah ditangkap di Mumbai, kata polisi pada hari Senin.

Menurut polisi, keduanya menjalin hubungan dekat. (PTI)

Wakil Komisaris Polisi (DCP) Shrikrishna Lalchandani mengatakan, pada 13 Februari, warga di kawasan kantor polisi Dwarkapuri memberi tahu pihak berwenang tentang rumah terkunci yang mengeluarkan bau tak sedap, HT melaporkan sebelumnya.

Saat petugas sampai di lokasi dan memasuki lokasi, mereka menemukan tubuh remaja putri dalam keadaan telanjang. Dia sedang mengejar gelar Master of Business Administration (MBA) di sebuah perguruan tinggi kota. Rumah itu milik teman sekelasnya, yang dilaporkan melarikan diri setelah kejahatan tersebut.

Baca juga| Pria ditahan karena pembunuhan istri bankir di Jhajjar Haryana

Polisi melacak tersangka hingga ke Mumbai dan menahannya. Dia saat ini sedang diinterogasi setelah penangkapannya.

Merujuk pada pemeriksaan tersebut, Lalchandani mengatakan terdakwa mengaku mencekik perempuan tersebut hingga tewas dan kemudian “menganiaya” tubuhnya.

Baca juga| Diperkosa, dibunuh, diposting video penyerangan di grup Whatsapp: Mahasiswa MBA ditahan dalam kasus kematian teman sekelasnya di anggota parlemen Indore

Dugaan melakukan ritual okultisme saat melarikan diri

Terdakwa melakukan sihir untuk berkomunikasi dengan roh wanita tersebut, kantor berita PTI melaporkan. DCP mengatakan, “Terdakwa juga melakukan sihir di dekat Panvel, di Navi Mumbai saat dalam pelarian. Terdakwa mengklaim bahwa dia mengalami gangguan mental setelah pembunuhan dan ingin berkomunikasi dengan roh wanita tersebut melalui sihir.”

Baca juga| ‘Kejahatan nafsu’ yang mengejutkan dari Punjab: Seorang pria membunuh teman wanitanya, lalu menato wajahnya di dadanya

Menurut polisi, keduanya menjalin hubungan dekat.

Polisi mengatakan tersangka mencurigai wanita tersebut berbicara dengan pria lain. “Terdakwa mencurigai dia sedang berbicara dengan pria lain. Karena marah, dia membunuhnya dan melarikan diri,” kata Lalchandani.

Sementara itu, ayah korban melontarkan tuduhan serius terhadap terdakwa. Ia mengaku teman sekelasnya telah memeras putrinya dengan menggunakan foto-foto cabul. Sang ayah menuduh bahwa terdakwa berusaha memeras uang dengan mengancam akan menyebarkan gambar-gambar tersebut dan bahkan membagikannya di grup WhatsApp kampusnya.

Investigasi sedang berlangsung.

Tautan Sumber