Pemimpin sementara Bangladesh Muhammad Yunus pada hari Senin mengumumkan pengunduran dirinya menjelang pembentukan pemerintahan BNP pimpinan Tarique Rahman di Dhaka.

** EDS: GAMBAR PIHAK KETIGA ** Dalam gambar yang diposting pada 12 Februari 2026, Kepala Penasihat Bangladesh Muhammad Yunus memberikan suara saat memberikan suara dalam pemilihan parlemen ke- 13 di negara itu, di Dhaka, Bangladesh. (@ChiefAdviserGoB/ X melalui Foto PTI)(PTI 02 _ 12 _ 2026 _ 000144 A) (@ChiefAdviserGoB)

Kepala penasihat pemerintahan sementara, yang dibentuk setelah mundurnya Sheikh Hasina, membuat pengumuman tersebut dalam siaran perpisahan kepada bangsa sebelum diserahkan kepada pemerintah terpilih.

“Hari ini pemerintahan sementara akan lengser. Tapi praktik demokrasi, kebebasan berpendapat, dan hak-hak dasar yang sudah mulai berjalan jangan sampai dihentikan,” kata Yunus dalam pidatonya.

Pengumuman tersebut disampaikan sehari sebelum jadwal pengambilan sumpah Tarique Rahman sebagai Perdana Menteri Bangladesh yang baru. BNP pimpinan Tarique menang dalam pemilihan umum penting pada hari Jumat, memenangkan 209 dari 297 kursi.

Partai Islam Bangladesh Jamaat-e-Islami memperoleh 68 kursi, sementara Liga Awami pimpinan mantan perdana menteri Sheikh Hasina dilarang mengikuti pemilu.

Tautan Sumber