Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa kelompok kapal induk kedua akan segera menuju ke Timur Tengah, meningkatkan ancaman militer terhadap Iran di tengah negosiasi mengenai program nuklirnya.

Presiden AS Donald Trump bersiap untuk menaiki Flying force One pada 13 Februari 2026 di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland. (Getty Pictures melalui AFP)

“Ini akan segera berangkat,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang laporan USS Gerald R. Ford akan dipindahkan dari Karibia ke Timur Tengah.

“Jika kita tidak membuat kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” tambah Trump.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa perintah baru kelompok penyerang Ford akan membuat mereka bergabung dengan kelompok penyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk Persia sebagai bagian dari kampanye tekanan yang bangkit kembali dari Presiden Trump terhadap para pemimpin Iran.

Trump telah mengindikasikan awal pekan ini bahwa dia ingin mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut, namun baik dia maupun Angkatan Laut belum mengidentifikasi kapal tersebut.

Ketegangan meningkat antara AS dan Iran setelah tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa bulan lalu yang menewaskan ribuan orang. AS sebelumnya telah memperingatkan konsekuensi ‘traumatis’ jika Teheran gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, dan kapal perusak berpeluru kendali sudah berada di Laut Arab. Pekan lalu, pasukan AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk tersebut.

USS Gerald Ford adalah bagian dari pasukan penyerang Venezuela

USS Gerald Ford juga merupakan bagian dari pasukan penyerang Venezuela dan dikirim ke Karibia oleh Donald Trump pada Oktober lalu. Pada bulan-bulan menjelang penangkapan Nicolás Maduro di Venezuela, Trump mengirim USS Gerald ke Karibia untuk pembangunan militer yang mengarah pada serangan.

USS Ford mulai dikerahkan pada akhir Juni 2025, yang berarti awaknya akan dikerahkan selama delapan bulan dalam dua minggu.

Trump pada hari Jumat memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dengan pemerintahannya akan “sangat traumatis.” Kedua negara juga mengadakan pembicaraan tidak langsung di Oman pekan lalu.

Berbicara tentang kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklir, Trump pada hari Kamis mengatakan, “Saya kira dalam bulan depan, hal seperti itu akan terjadi.”

Negara-negara Teluk Arab telah memperingatkan bahwa sebuah serangan dapat memicu konflik local lainnya di Asia Barat, yang masih belum pulih dari perang Israel-Hamas di Jalur Gaza.

Tautan Sumber