Bitcoin telah menjadi yang berkinerja buruk terbesar sejak rilis risalah FOMC untuk pertemuan 28 Januari, sementara indeks dolar AS dan obligasi menguat.

Pertemuan FOMC bulan Januari, yang menghasilkan dua perbedaan pendapat yang bersifat dovish, mencerminkan perpecahan yang mendalam antara Federal Reserve (Fed).

Hampir semua pembuat kebijakan mendukung mempertahankan suku bunga dana federal pada 3,50–3,75%, meskipun ada beberapa yang lebih memilih pemotongan sebesar 25 basis poin, dengan alasan kebijakan restriktif dan risiko pasar tenaga kerja.

Beberapa pejabat mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut dapat dilakukan jika inflasi turun seperti yang diharapkan. Sementara itu, pihak lain memperingatkan bahwa pelonggaran yang terlalu dini di tengah peningkatan inflasi dapat membahayakan target The Fed sebesar 2%.

Beberapa pihak menganjurkan pedoman “dua sisi”, dengan menekankan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika inflasi tetap berada di atas target.

Data makroekonomi baru-baru ini telah memperkuat pandangan optimis yang hati-hati dari Ketua Fed Jerome Powell.

Pertumbuhan menunjukkan peningkatan yang mengejutkan, inflasi tampaknya bergerak lebih rendah, dan pasar kerja menunjukkan tanda-tanda stabil.

Perkembangan ini telah mendorong ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun 2026 lebih tinggi, meskipun langkah pada bulan Maret tidak mungkin dilakukan menyusul laporan gaji yang lebih kuat dari perkiraan minggu lalu.

Kemungkinan Pemotongan Suku Bunga. Sumber: Alat CME FedWatch

Kerentanan pasar juga menjadi titik fokus, dimana banyak peserta mencatat adanya risiko dalam kredit swasta dan sistem keuangan yang lebih luas.

Analis berpendapat bahwa kekhawatiran ini, dikombinasikan dengan nada hawkish The Fed, telah berkontribusi pada pembelian obligasi dan dolar sebagai safe-haven, sementara Bitcoin terus menghadapi tekanan ke bawah.

Indeks Dolar (DXY) dan Kinerja Harga Bitcoin
Indeks Dolar (DXY) dan Kinerja Harga Bitcoin. Sumber: TradingView

Ekuitas menunjukkan kenaikan moderat, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,24%, S&P 500 naik 0,59%, dan NASDAQ naik 1,00%, mencerminkan optimisme yang hati-hati di pasar di tengah sinyal dari The Fed.

“Risalah rapat menunjukkan The Fed masih terpecah namun tetap memperhatikan risiko inflasi dan momentum pertumbuhan,” kata ahli strategi pasar senior. “Kinerja Bitcoin yang buruk sebagian merupakan cerminan dari sentimen penghindaran risiko dan berlanjutnya penguatan dolar.”

Investor sekarang akan mengamati komentar lebih lanjut dari pejabat Fed saat pasar mencerna risalah rapat ini, mempertimbangkan keseimbangan antara kewaspadaan hawkish dan optimisme dovish dalam membentuk lintasan kebijakan moneter tahun 2026.

Baca cerita aslinya Bitcoin Jatuh, Dolar & Obligasi Reli Karena Risalah Fed Hawkish oleh Lockridge Okoth di beincrypto.com



Tautan Sumber