Setelah dua tahun kekacauan politik, Bangladesh telah memilih pemerintahan baru yang menandai kembalinya Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) setelah 20 tahun.
Pemilu nasional Bangladesh dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026. Ini juga merupakan pemilu pertama yang diadakan setelah pemberontakan mahasiswa tahun 2024 menggulingkan pemerintahan Sheikh Hasina.
Dalam Pemilihan Parlemen Nasional ke-13, rakyat Bangladesh memberikan keputusan mereka dan mengangkat Tarique Rahman dari BNP sebagai perdana menteri berikutnya.
Dengan kembalinya Rahman ke Dhaka, Bangladesh kini menandai dimulainya era politik baru.
Sejak awal pemerintahan BNP yang baru, Bangladesh mengalami perubahan dari tradisi. Upacara pelantikan Rahman dan kabinet baru diadakan di Plaza Selatan kompleks Parlemen, bukan di kediaman resmi Bangabhaban.
Bersamaan dengan perdana menteri, 25 menteri dan 24 menteri negara dilantik, siap membuka jalan baru bagi Bangladesh.
Kemenangan telak Rahman dalam pemilihan umum juga menandai kembalinya BNP berkuasa setelah 20 tahun. Partai Nasionalis Bangladesh adalah salah satu partai penting di negara ini dan telah menjadi oposisi selama masa jabatan Sheikh Hasina yang panjang.
Media Bangladesh juga memuji hasil kembalinya keseimbangan politik di negara tersebut.
Dengan 209 kursi di BNP, Jammat-e-Islami muncul sebagai partai oposisi utama dengan 68 kursi.
Apa rencana BNP untuk Bangladesh baru?
Sebagaimana disebutkan dalam manifesto partai, BNP di bawah Rahman bertujuan untuk menstabilkan perekonomian Bangladesh. Menjelang pemilihannya, Rahman berpidato di depan ribuan pendukungnya di Bangladesh dan berjanji untuk membangun Bangladesh “yang kita impikan.”
Ketua BNP juga mengambil dorongan sekuler dan berjanji untuk berupaya demi keselamatan semua agama dan minoritas di Bangladesh. Sikap ini muncul di tengah serbuan serangan terhadap kelompok minoritas, terutama umat Hindu, di seluruh negeri.
Kebijakan luar negeri juga tetap menjadi fokus utama bagi Rahman karena ia bertujuan untuk menerapkan kebijakan yang disebut “Bangladesh Before All.
“Kepentingan Bangladesh dan rakyatnya akan menentukan kebijakan luar negeri kami,” kata Rahman dalam konferensi pers pertamanya setelah kemenangan telak BNP.
Selain itu, BNP juga akan menerapkan Piagam Juli, yang mana hampir 69 persen warga Bangladesh memilih ‘ya’.








