Polisi di Karnataka yang dikuasai Kongres pada hari Rabu mengajukan kasus pidana terhadap dua fungsionaris media sosial dari unit Assam Partai Bharatiya Janata (BJP) karena memposting video clip yang dibuat oleh AI yang konon menunjukkan ketua menteri Himanta Biswa Sarma tampak mengarahkan dan menembaki individu yang mengenakan pakaian yang mirip dengan anggota komunitas Muslim.
Kasus tersebut diajukan di Bengaluru atas pengaduan pengusaha Ranjith Kumar R, tertanggal 12 Februari. Dia menggambarkan konten tersebut sebagai “sangat tidak menyenangkan dan mengganggu” dan mengatakan bahwa video clip tersebut muncul di akun media sosial resmi BJP Assam dengan judul “Factor Space Shot …”.
Biswajith Khaund dan Ron Bikash Gourav, yang diidentifikasi sebagai penyelenggara dan salah satu penyelenggara akun media sosial BJP Assam, telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus tersebut.
Pengaduan dan Laporan Informasi Pertama (FIR) mengatakan postingan tersebut menyertakan gambar dan video yang menunjukkan Sarma tampak mengarahkan dan menembakkan senjata mirip senjata ke orang-orang yang mengenakan pakaian mirip dengan anggota komunitas Muslim. Video clip tersebut memperlihatkan Sarma menembaki foto dua pria dan diakhiri dengan gambar dirinya berpakaian seperti seorang koboi yang memegang handgun.
Video clip tersebut memuat kalimat-kalimat yang ditumpangkan, termasuk “Tidak ada ampun bagi orang Bangladesh”, “Mengapa Anda pergi ke Pakistan?” dan “Assam bebas orang asing.” Sarma membantah mengetahui video yang kini telah dihapus tersebut.
Polisi menyebut postingan tersebut diduga memuat materi provokatif yang dapat mengganggu ketertiban umum dan memicu permusuhan antar masyarakat.
FIR terhadap Khaund dan Gourav diajukan berdasarkan Bharatiya Nyaya Sanhita pasal 192 (provokasi yang dimaksudkan untuk menimbulkan kerusuhan) dan 353 (2 (peredaran informasi atau konten palsu yang dimaksudkan untuk memicu kebencian atau niat buruk antar kelompok).









