Menikmati View Bandung Dengan Ditemani Kue Balok

Bandung, KABARSEBELAS.COM – Siapa yang suka dengan cemilan manis? tentu saja cemilan manis sangat disukai banyak orang di luar sana. Cemilan enak ini seringkali ditemani secangkir teh hangat atau kopi.
Bandung salah satu kota yang terkenal dan tersohor memiliki kuliner yang enak dan lezat, salah satu nya adalah kue balok. Kue balok merupakan sebuah cemilan yang cocok disajikan ketika pagi dan sore hari, dan ditemani oleh kerabat dengan mengobrol.

Kue balok yang berbahan baku tepung terigu, telur, vanili, dan baking soda ini sangat banyak dijumpai di penjuru kota bandung, karena kue ini merupakan cemilan yang sering dimakan oleh masyarakat bandung ketika pagi hari. Kue ini sudah ada sejak zaman kolonial belanda yang dimasak dengan metode tradisional dan selalu memiliki aroma khas.

Namun terdapat sebuah warung yang menyajikan kue balok hangat dan menawarkan pemandangan yang indah, tempat ini tersembunyi dan mungkin sedikit orang tahu. Nama warung tersebut adalah warung kue balok enak, warung ini berada di tengah hutan kota Bandung.

Nah, hutan tersebut adalah area perhutanan jenis kina yang berada di wilayah Palintang. Warung ini sedikit orang tahu karena akses yang cukup jauh dari pusat kota bandung, warung ini berada di tengah wilayah.

Kue balok enak Warung ini berada di kawasan yang bernama Palintang, jalur yang berada di tengah antara jalan tembus menuju lembang dan jalan tembus menuju kota bandung (Ujung berung). Palintang ini merupakan kawasan yang di kelilingi oleh kebun kina, dan memiliki kontur jalan yang kurang merata.

Ada yang sudah menggunakan beton, dan ada yang masih jalan berbatu. Kawasan ini biasa dilewati oleh para crosser atau offroader, dan juga pesepeda yang menyukai trek menanjak dan mencari udara yang sejuk.

Untuk harga dari kue balok disini cukup terjangkau, yaitu Rp. 3.000 untuk 1 pcs. Rasa yang ditawarkan pun cukup beragam dan variatif.

Minuman disini pun beragam, mulai dari kopi hingga teh sereh lemon yang bisa menghangatkan badan. Selain mengemil dan minum, masyarakat bisa menikmati pemandangan perbukitan dan pedesaan yang masih menggunakan rumah panggung. (detiktravel)