Kementerian BUMN dan Pemprov Jabar Dorong Peran Ibu-Ibu Tingkatkan Ekonomi

Karawang, Kabarsebelas.com – Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga berkesempatan berbincang dengan masyarakat khususnya Ibu – ibu di Karawang dalam rangka kegiatan berbagi sembako sekaligus mendorong program PNM Mekaar.

Pada kesempatan tersebut, Arya menjumpai Ibu-ibu penerima sembako yang belum bergabung menjadi Nasabah Mekaar. “BUMN itu punya program untuk ibu-ibu namanya program Mekaar, Menteri BUMN Erick Thohir sangat perhatian dengan ibu-ibu semua, makanya beliau ingin membantu ekonomi keluarga Ibu – ibu melalui program Mekaar” Ungkap Arya

Lebih lanjut Arya menilai bahwa Ibu – ibu harus mengikuti program PNM Mekaar karena memiliki banyak manfaat, yaitu ibu – ibu dapat produktif dengan menjadi pengusaha.

Tidak hanya diberikan pinjaman, nantinya ibu-ibu yang bergabung akan diberikan pelatihan di Rumah BUMN sesuai dengan kebutuhannya masing-masing agar dapat meningkatkan kapasitas serta berkembang usahanya.

Rumah BUMN akan memberikan ekosistem lengkap, selain menjadi pusat pelatihan UMKM, Rumah BUMN juga akan mensupport kebutuhan alat untuk UMKM seperti alat packaging, mesin roasting kopi, dan kebutuhan lainnya.

Arya juga mengatakan, setelah 1 tahun menjadi nasabah maka jumlah pinjamannya bisa naik. Semakin besar pinjaman, maka semakin besar usaha yang dibangun oleh ibu Mekaar.

Di pengujung acara, Arya menegaskan bahwa saat ini jumlah nasabah mekaar di kabupaten karawang sudah mencapai 100 ribu orang, namun Menteri BUMN Erick Thohir tidak akan berhenti dan akan terus membantu ibu-ibu melalui Program Mekaar, harapannya hal ini dapat memajukan Ibu – ibu di Karawang agar dapat terus mengekspansi usahanya.

Sementara itu Gubernur Jawa barat, Ridwan kamil beberapa pekan pernah mengatakan bahwa, salah satu upaya pemerintah membantu para pelaku usaha termasuk UMKM tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

“Hal ini gencar dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat, demi mendorong laju perekonomian daerah yang selama ini terdampak pandemi Covid-19,” kata dia.(red)