Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kabupaten Ciamis Hentikan Produksi

KABARSEBELAS.COM – Sejumlah perajin tahu di Kabupaten Ciamis memilih untuk berhenti berproduksi sejak Senin (21/2). Aksi itu mereka lakukan karena harga kedelai yang menjadi bahan baku utamanya terus naik tinggi.

Aris (27), perajin tahu di Kampung Tahu, Dusun CIbodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengatakan bahwa hampir semua pembuat tahu di kawasan itu berhenti berproduksi, dikutip dari Merdeka.com.

“Paling ada satu dua pabrik yang masih produksi untuk pesanan. Sejak kemarin kami sudah mogok produksi semua karena harga kacang kedelai yang terus naik,” kata Aris, Selasa (22/2).Aris mengatakan, para perajin sepakat melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari atau hingga Rabu (23/2).Biasanya Aris membutuhkan 1 kuintal kedelai setiap hari untuk diolah menjadi tahu. Kini, pembuatan tahu hanya dilakukan sesuai pesanan.

“Kalau ada pesanan untuk pelanggan tertentu mah boleh. Yang tidak boleh itu memasok tahu untuk ke pasar,” jelasnya.

Aris berharap dengan aksi mogok yang dilakukan, para perajin tahu bisa menjadikan harga kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tahun bisa segera turun.

“Kalau harganya terus naik, harga jual tahu juga mau tidak mau harus naik. Kalau mengecilkan ukuran tidak mungkin, karena sekarang ukurannya sudah paling kecil,” ungkapnya.

Perajin tahu lainnya, Dede (45) menyebut bahwa aksi mogok produksi merupakan bentuk solidaritas dengan harapan agar harga kedelai segera turun.
“Sekarang harga kedelai per kilogramnya mencapai Rp12 ribu. Di kampung ini ada sekitar 100 pabrik tahu dan hampir semua berhenti produksi. Kami semua sepakat untuk berhenti produksi sampai besok. Semoga harga kacang kedelai bisa segera kembali normal,” harap Dede. (Yan)