Setidaknya 54 orang terluka ketika ledakan terjadi di sebuah masjid saat salat Jumat di sebuah sekolah menengah di Indonesia.
Polisi di ibu kota Jakarta mengatakan para korban mengalami luka mulai dari memar hingga sayatan, tiga di antaranya dalam kondisi serius.
Para saksi mengatakan mereka mendengar dua ledakan dahsyat sekitar tengah hari waktu setempat, beberapa saat setelah khotbah Jumat dimulai di dalam masjid.
Mereka menggambarkan kekacauan di dalam masjid ketika jamaah berebut mencari keselamatan.
“Jantung kami berdebar kencang, kami tidak bisa bernapas,” kata Luciana, seorang juru masak di kantin sekolah.
Dia menceritakan kejadian jendela-jendela pecah dan kekacauan ketika orang-orang bergegas keluar dari kompleks tersebut.
REZIM DALAM KEGIATAN
Putin ‘mengasingkan’ sekutu utamanya, Lavrov, setelah diplomat Rusia merusak pembicaraan Trump
ELON JOY
Musk menari dengan robot saat kesepakatan gaji bersejarah mendorongnya hampir menjadi TRILLIONAIRE
“Saya pikir itu masalah kabel listrik, atau sound system meledak, tapi kami tidak tahu persis apa penyebabnya karena kami kehabisan kabel saat asap putih mengepul dari masjid,” tambah Luciana.
Para pejabat juga mengonfirmasi bahwa tersangka adalah seorang siswa berusia 17 tahun di sekolah tersebut, yang sedang menjalani operasi.
Siswa mengatakan kepada media lokal bahwa dia sering diintimidasi dan dikenal sebagai “penyendiri” yang membuat gambar kekerasan.
Polisi sedang menyelidiki latar belakang dan kemungkinan motif di balik ledakan tersebut.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
Ia menambahkan, “Masih dalam penyelidikan motifnya. Kami menemukan senjata mainan dan beberapa tulisan, yang sedang kami selidiki untuk mengetahui motifnya”.
Gambar yang beredar di media lokal dilaporkan menunjukkan sesuatu yang tampak seperti senapan mesin ringan dan pistol.
Senjata yang lebih besar memuat tulisan yang berbunyi: “14 kata. Untuk Agartha.” dan “Brenton Tarrant. Selamat datang di Neraka.”
Tarrant adalah pria bersenjata di balik serangan masjid Christchurch tahun 2019 di Selandia Baru.
Namun Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus kemudian mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa barang-barang tersebut “ternyata adalah senjata mainan, bukan senjata sungguhan.”
Dia kemudian mendesak masyarakat untuk tidak menganggap ledakan itu adalah “tindakan teroris.”
Pasukan penjinak bom dikerahkan untuk mengamankan sekolah menengah negeri tersebut dan mencari alat peledak tambahan.
Polisi juga menutup kompleks berpintu besi sementara tim forensik menyisir masjid untuk mencari bukti.
Ledakan tersebut meninggalkan puing-puing berserakan tetapi tidak menyebabkan kerusakan struktural yang besar.
Indonesia adalah rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia.
SAKIT TAGIHAN
Dua jaringan terbesar di Inggris menaikkan harga bagi pelanggan seluler dan broadband
LUMPUR, KERINGAT & AIR MATA
Perjuangan rahasia istri Joe Marler setelah menyelamatkan nyawa legenda rugbi
Negara ini pernah menghadapi serangan terhadap gereja-gereja dan situs-situs Barat di masa lalu, namun ledakan yang menargetkan masjid sangat jarang terjadi.
Ini melanggar berita. Lainnya untuk diikuti… silakan segarkan untuk pembaruan lebih lanjut dan ikuti the-sun.com untuk berita terbesar hari ini…










