Seorang pria Inggris yang dituduh menyelundupkan kokain ke Bali telah hadir di pengadilan dengan tuduhan yang bisa membuatnya menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

Kial Robinson, 29, dari Chichester di West Sussex, tampak menyeringai saat tiba di pengadilan dengan mengenakan seragam penjara khas Indonesia berwarna oranye.

Dia muncul untuk pertama kalinya di Pengadilan Negeri Denpasar pagi ini setelah penangkapannya pada bulan September setelah terbang ke pulau liburan dari Barcelona.

Dalam rekaman Robinson yang dipandu ke gedung pengadilan, dia terlihat dengan santai melontarkan isyarat tangan, termasuk tanda perdamaian, sambil berkata: ‘Beri mereka senyuman. Beri mereka acungan jempol’.

Jaksa di Bali telah mendakwa Robinson dengan beberapa pelanggaran terhadap undang-undang narkoba di Indonesia, termasuk perdagangan narkoba, impor narkoba, dan kepemilikan narkoba.

Terdakwa Kial Robinson ditangkap pada tanggal 3 September 2025 sekitar pukul 20 30 waktu Bali di location keberangkatan Bandara Internasional Bali setelah petugas bea cukai menemukan 1 321 gram kokain di tas ransel samsonite hitam miliknya, kata jaksa Made Dipa Umbara.

“Baru kali ini terdakwa membawa atau membawa narkotika ke Indonesia.

Terdakwa juga belum pernah membawa atau membawa narkotika ke negara lain, tambah jaksa.

Dalam rekaman Kial Robinson, 29, yang dipandu ke gedung pengadilan, dia terlihat dengan santai melontarkan isyarat tangan, termasuk tanda perdamaian, sambil berkata: 'Beri mereka senyuman. Beri mereka acungan jempol'

Dalam rekaman Kial Robinson, 29, yang dipandu ke gedung pengadilan, dia terlihat dengan santai melontarkan isyarat tangan, termasuk tanda perdamaian, sambil berkata: ‘Beri mereka senyuman. Beri mereka acungan jempol’

Robinson, dari Chichester, di West Sussex, tampak menyeringai ketika ia tiba di pengadilan dengan mengenakan seragam penjara khas Indonesia berwarna oranye

Robinson, dari Chichester, di West Sussex, tampak menyeringai ketika ia tiba di pengadilan dengan mengenakan seragam penjara khas Indonesia berwarna oranye

Kial Robinson, 29, dan Piran Ezra Wilkinson, 48, keduanya dari Chichester, di West Sussex, difoto pada konferensi pers pada tanggal 29 September, di kantor Badan Narkotika Nasional Indonesia di Denpasar

Kial Robinson, 29, dan Piran Ezra Wilkinson, 48, keduanya dari Chichester, di West Sussex, difoto pada konferensi pers pada tanggal 29 September, di kantor Badan Narkotika Nasional Indonesia di Denpasar

‘Robinson diberitahu untuk membawa obat-obatan tersebut oleh seseorang yang diidentifikasi sebagai Santos yang berjanji akan dibayar $ 5 000 dalam mata uang kripto setelah berhasil mengantarkan kokain tersebut kepada seseorang di Bali,’ kata jaksa.

‘Terdakwa telah diberikan uang tambahan sebesar $ 3, 000 pada tanggal 1 September 2025, untuk membayar tiket penerbangan dari Barcelona ke Bali dan dari Bali ke Thailand dimana terdakwa berencana untuk kembali seminggu kemudian.

Ada juga anggaran untuk menyewa kamar di Vacation home Anginsepoi, membeli pakaian, makanan dan minuman, serta kebutuhan lainnya.

Setelah penangkapan Robinson, warga Inggris kedua juga ditahan yang dikatakan menerima obat-obatan tersebut dari Robinson.

Piran Wilkinson, 48, juga dari Chichester juga ditangkap pada bulan September.

Pengacara Robinson tidak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa.

Sidang penuh akan kembali digelar pekan depan untuk mendengarkan saksi.

Robinson, yang memiliki bisnis pertamanan, menurut dokumen yang diajukan ke Business House, ditangkap setelah dicegat di Bandara Internasional Bali dengan sebuah paket yang diduga berisi kokain ditemukan di ranselnya.

Daily Mail mengetahui bahwa dia menaiki penerbangan Turkish Airlines dari Barcelona dan tiba di pulau itu pada 3 September.

Dia mengaku ditawari $ 10 000 untuk menjajakan obat-obatan tersebut dan disuruh memberikannya kepada seseorang yang akan datang ke sebuah vila di Mengwi, Badung, dekat Canggu, menurut sumber.

Wilkinson, yang terdaftar di Business House sebagai manajer properti, ditangkap di sebuah vila pada dini hari tanggal 4 September.

Bali telah mengeksekusi penyelundup narkoba di masa lalu, namun hal ini belum terjadi selama beberapa tahun dan tidak satu word play here warga Inggris yang dituduh melakukan pelanggaran narkotika pernah menghadapi sanksi ini.

Tautan Sumber