Selasa, 20 Januari 2026 – 18: 26 WIB

Sragen, VIVA — Sebuah video yang menampilkan Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sunarso, viral di media sosial. Dalam video clip tersebut, Sunarso terlihat melakukan aksi mandi di kubangan jalan rusak yang dipenuhi air bercampur lumpur.

Baca Juga:

Mendes Yandri Bebaskan Kades Pakai Dana Desa Tangani Dampak Bencana

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung mendapatkan perbaikan. Dari rekaman video clip yang beredar, jalan tersebut tampak tidak beraspal maupun dibeton, melainkan hanya berupa tanah yang dipenuhi genangan air berlumpur.

Sunarso terlihat nekat mandi lumpur sambil mengenakan seragam dinas kepala desa. Ia mengaku, aksi tersebut dilakukan secara spontan karena kondisi jalan yang sudah lama dikeluhkan warga.

Baca Juga:

Kades di Brebes Tilep Dana Desa untuk Beli Saham dan Gadaikan Mobil Desa Ditangkap Polisi

“Sebenarnya saya tidak sengaja protes, tapi ini tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Malah adus sekalian, tidak ada rencana sepintas sekalian,” kata Sunarso, Selasa 20 Januari 2026

Kades Ngepringan Sunarso mandi di kubangan jalan rusak

Foto:

  • Mahfira Putri/tvOne/Sragen

Baca Juga:

Kades Purworejo Ditangkap Kasus Korupsi Sewa Tanah ke Perusahaan

Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Bahkan, jalan itu disebut sudah tidak tersentuh pembangunan selama puluhan tahun.

Menurut Sunarso, jalan tersebut mengalami kerusakan serius sejak 2019 Harapan warga sempat muncul ketika terdapat spanduk yang menyebutkan bahwa jalan tersebut masuk proses lelang dan direncanakan dibangun pada 2025 Namun hingga awal 2026, realisasi pembangunan tak kunjung terjadi.

Ia menuturkan, kondisi jalan yang rusak kerap menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari. Lokasi jalan tersebut berada dekat sekolah dan menjadi jalur penghubung antar Desa Mlale dan Desa Ngepringan.

“Kerusakan itu sejak 2019, sudah banyak yang kecelakaan anak sekolah jatuh, ekonomi lumpuh tidak ada titik terang. Itu jalan Desa Mlale menuju Desa Ngepringan Kecamatan Jenar, standing jalan kabupaten,” lanjut dia.

Sunarso menyebutkan, panjang jalan rusak mencapai sekitar 6 kilometer. Jalan tersebut terakhir kali dibangun sekitar 24 tahun lalu dan kini tidak lagi menyisakan lapisan aspal.

“Kalau pembangunan terakhir jalan DPU itu 24 tahun lalu diaspal sekarang sudah habis. Itu akses important gak ada jalan lain, akses kesehatan, anak sekolah, ke pasar satu-satunya ya itu. Warga sini seperti terisolir,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Ia juga mengungkapkan, banyak siswa yang memilih tidak mengenakan sepatu saat melintas karena kondisi jalan yang berlumpur. Tak hanya itu, kendaraan roda empat yang melintas word play here kerap terjebak dan tersangkut di jalan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber