Sabtu, 10 Januari 2026 – 10: 00 WIB

Jakarta — Kepolisian Iran mengungkapkan kondisi terbaru di negara tersebut saat ini. Situasi di seluruh Iran saat ini disebut sudah tenang sehari setelah kerusuhan publik yang meluas di negara itu.

Baca Juga:

Trump Ancam Serang Iran Jika Bunuh Pendemo

Juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi menjelaskan bahwa hanya ada sejumlah kecil kasus di beberapa kota yang melibatkan kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai ‘teroris’

“Menurut pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah tenang,” kata Al-Mahdi seperti dikutip oleh kantor berita Iran IRNA pada Sabtu, 10 Januari 2026

Baca Juga:

Polisi Blak-blakan Soal Heboh Laporan ke Pandji Pragiwaksono Terkait Materi Stand ‘Mens Rea’

Dia menjelaskan, sksi protes di Iran dimulai pada akhir Desember di tengah melemahnya mata uang lokal, rial Iran. Para pengunjuk rasa mengeluhkan gejolak nilai tukar yang tajam dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam otoritas Iran di tengah protes tersebut. Pada Jumat, Trump mengatakan bahwa Washington akan terlibat dan akan “menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka” jika para pengunjuk rasa terbunuh selama kerusuhan di Iran.

Baca Juga:

Ammar Zoni Ngaku Ditekan Hingga Diperas Rp 3 M, Jawaban Polisi Sungguh Tak Terduga

Sebelumnya pada Jumat, media Iran melaporkan bahwa para pengunjuk rasa merusak properti pribadi dan negara di Teheran.

Sementara itu, walikota ibu kota itu, Alireza Zakani, berbicara tentang serangan yang dilakukan oleh peserta kerusuhan publik pada 8 Januari terhadap fasilitas pasukan keamanan, pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap financial institution.

Sementara itu, televisi pemerintah melaporkan adanya korban jiwa selama peristiwa tersebut, tetapi tidak menyebutkan dari pihak mana mereka berasal. Iran sedang mengalami periode inflasi tinggi, dengan Financial institution Sentral menetapkan tingkat inflasi tahunan sebesar 38, 9 persen.

Nilai tukar dolar AS yang tidak resmi, yang berada di sekitar 50 000 rial (sekitar Rp 842 sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini telah melonjak menjadi sekitar 1, 4 juta rial (sekitar Rp 23 595 di pasar terbuka. (Ant)

Aksi massa longmarch protes krisis ekonomi di Teheran, Iran

Demo 13 Hari di 31 Provinsi Iran Tewaskan 65 Orang

Demonstrasi juga menyebabkan puluhan orang terluka dan 2 311 orang ditahan.

img_title

VIVA.co.id

10 Januari 2026

Tautan Sumber