Rabu, 3 Desember 2025 – 16:57 WIB

Jakarta – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto angkat bicara soal temuan bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatera yang hancur saat disalurkan lewat udara. Agus mengatakan bahwa terdapat kendala lokasi dalam upaya penyaluran, sehingga bantuan mesti dilemparkan.

Baca Juga:

Mendagri Bilang Kepala Daerah Tak Menyerah Total Hadapi Bencana Sumatera: Mereka Tetap Bekerja

Ia menambahkan, pihaknya juga menjaga keselamatan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) di tengah kondisi darurat. Dia telah menekankan kepada prajurit untuk berhati-hati.

“Kemudian tadi ada yang tanya soal logistik yang hancur, kemarin dalam pemberian bantuan memang saya tekankan pada prajurit TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan alutsista,” kata Agus dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu, 3 Desember 2025.

Baca Juga:

Pemerintah Kirim 500 Ribu Ton Bantuan ke Sumatera, Termasuk Wilayah yang Terisolir

Warga Bireuen yang terisolir banjir menerima bantuan beras via udara

Dia juga menceritakan ketika helikopter akan mendarat, terdapat kendala berupa kabel-kabel. Agus mengatakan daripada membawa kembali bantuan tersebut, pilot memutuskan untuk tetap menjatuhkan bantuan meskipun ada risiko kerusakan.

Baca Juga:

Sebanyak 16 Ton Bantuan dari Lima Group dan Lima Logam Indonesia Tiba di Aceh

“Pada saat kemarin heli mau mendarat, di situ ada kabel sehingga diputuskan oleh pilot barang itu tetap di-drop walaupun mungkin ada beberapa beras yang tercecer, tapi daripada dibawa lagi ke pangkalan udara, lebih baik di-drop dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Agus.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pendaratan helikopter sangat sulit dilakukan di tengah kondisi bencana karena landasan harus benar-benar siap.

“Tadi memang sudah dijelaskan soal dropping, jadi heli itu tidak bisa mendarat di manapun. Jadi landasannya harus siap. Karena kondisi bantuan harus diberikan, kita coba untuk dilempar,” ujar Maruli.

Maruli menambahkan, setelah insiden logistik yang sempat pecah atau rusak, pihaknya langsung melakukan evaluasi. “Setelah ada yang pecah, kita evaluasi lagi. Sampai sekarang tidak terjadi lagi sudah,” tutur Maruli.

Diketahui, Penyaluran bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mendapat sorotan pengguna media sosial. Dalam video yang dibagikan di Instagram, sejumlah bantuan yang meliputi beras hingga mie instan terlihat rusak usai dijatuhkan dari helikopter.

Dalam video yang viral di Instagram @bkmedan_ awalnya tampak sejumlah warga berkumpul di sebuah lapangan. Tak lama kemudian, sebuah helikopter datang membawa bantuan. Namun, alih-alih mendarat, helikopter itu hanya terbang rendah dan menjatuhkan bantuan tersebut dari udara.

Halaman Selanjutnya

Alhasil bantuan yang dibagikan tersebut hancur berserakan saat mendarat di tanah. Seorang pria yang menggunakan pakaian berwarna kuning menunjukkan beberapa karung beras rusak hingga membuat beras-beras tersebut berceceran di tanah. Pria tersebut terlihat meluapkan emosinya atas kejadian tersebut. Hal ini menyusul dengan kondisi masyarakat di wilayah tersebut sudah beberapa hari kekurangan makanan, namun bantuan yang diterima justru tidak bisa digunakan.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber