Senin, 9 Februari 2026 – 16: 26 WIB
VIVA — Markas Besar TNI Angkatan Darat (TNI ADVERTISEMENT) mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace di wilayah konflik, seperti Gaza. Meskipun lokasi dan waktu pengiriman pasukan masih belum dipastikan.
Baca Juga:
Keberadaan RI dalam Board of Peace Dinilai Diplomasi Cerdas Presiden Prabowo
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026
Maruli mengatakan saat ini proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian tersebut masih terus berjalan. Sementara penentuan kebutuhan personel akan ditetapkan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengkoordinasikan misi di Gaza, kemudian diteruskan kepada Mabes TNI dan Mabes AD.
Baca Juga:
Strategi Multi-aligment Prabowo Dinilai Tepat Perjuangkan Palestina
“Jadi, kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu nanti ke Mabes advertisement, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” kata Maruli.
Meski lokasi penugasan belum dipastikan, Maruli memastikan persiapan awal di inner TNI AD mulai dilakukan. Para personel yang disiapkan difokuskan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan.
Baca Juga:
Intip Hari Pertama Seskab Teddy Indra Wijaya Ikuti Dikreg LXVII Seskoad, Langsung Jadi Sorotan!
Terkait lokasi penugasan, Maruli menekankan bahwa keputusan pengiriman pasukan ke Gaza atau Lebanon bukan berada di tangan TNI AD. “Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya penyiapan pasukan saja,” katanya.
Maruli juga menambahkan bahwa jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final. Kekuatan pasukan yang disiapkan bisa mencapai satu brigade.
“Bisa satu brigade, 5 000 sampai 8 000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujar Maruli. Ia juga menambahkan belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan akan dilakukan.
Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Tranquility Charter pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. Penandatanganan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP) sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20 -Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025
Halaman Selanjutnya
Resolusi tersebut juga merujuk pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Board for the Management of Gaza (NCAG).











