Selasa, 3 Februari 2026 – 16:17 WIB

VIVA – Ambisi Timnas Indonesia untuk akhirnya mengangkat trofi AFF Cup tak lagi sebatas wacana. Jelang edisi 2026, pergerakan senyap justru terjadi di bursa transfer. Satu per satu pemain naturalisasi yang sebelumnya merumput di Eropa memilih pulang dan bergabung dengan klub Liga Indonesia.

Baca Juga:

Pengakuan Mengejutkan Bos Ajax Usai Rekrut Maarten Paes

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Di baliknya ada misi besar, yakni memastikan skuad Garuda bisa tampil dengan kekuatan penuh saat turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara itu digelar.

Nama terbaru yang jadi sorotan adalah Mauro Zijlstra. Penyerang milik FC Volendam itu dikabarkan segera merapat ke Persija Jakarta dengan kontrak berdurasi 2,5 tahun dan kini tinggal menunggu tes medis. Jika rampung, Zijlstra akan menjadi pemain kedelapan yang “hijrah” dari Eropa ke kompetisi domestik.

Baca Juga:

Pengakuan Jujur Maarten Paes usai Resmi Gabung Ajax: Saya Sangat Bangga

Sebelumnya, sejumlah pemain keturunan lebih dulu mengambil langkah serupa. Jordi Amat dan Shayne Pattynama memperkuat Persija, Thom Haye, Eliano Reijnders, serta Dion Markx membela Persib Bandung, Jens Raven merapat ke Bali United, sementara Rafael Struick bergabung dengan Dewa United.

Secara karier, meninggalkan atmosfer sepak bola Eropa memang terlihat seperti penurunan level. Namun dari sudut pandang tim nasional, langkah ini justru dinilai strategis.

Baca Juga:

Ajax Pajang Foto Maarten Paes di Header Akun X Resmi usai Umumkan Transfer

AFF Cup bukan bagian dari kalender resmi FIFA. Artinya, klub luar negeri berhak menahan pemain mereka dan tak wajib melepas ke tim nasional. Situasi ini kerap membuat Indonesia kesulitan mengumpulkan skuad terbaik pada edisi edisi sebelumnya.

Kini, dengan mayoritas pemain berada di dalam negeri, proses pemanggilan jauh lebih mudah. Pelatih John Herdman punya kendali penuh untuk menggelar pemusatan latihan lebih lama, menyusun taktik matang, serta membangun chemistry antarpemain tanpa terganggu jadwal klub luar negeri.

Keuntungan ini menjadi modal penting. Terlebih, sebagian besar pemain naturalisasi tersebut datang dengan pengalaman kompetisi Eropa yang lebih ketat secara fisik dan taktik. Kombinasi kualitas teknis dan kedekatan jarak dengan timnas diyakini bisa meningkatkan daya saing Garuda secara signifikan.

Rekam jejak Indonesia di AFF Cup selama ini memang menyisakan luka. Enam kali lolos ke final, enam kali pula gagal juara. Status spesialis runner up seakan melekat kuat.

Halaman Selanjutnya

Namun situasi menuju 2026 terasa berbeda. Kedalaman skuad lebih merata, opsi pemain melimpah, dan persiapan bisa dilakukan lebih terkontrol. Untuk pertama kalinya, Indonesia benar benar terlihat membangun fondasi juara, bukan sekadar berharap keajaiban.

Tautan Sumber