Kamis, 15 Januari 2026 – 10: 40 WIB

Jakarta — Chief Economic Expert Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai, tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan di penghujung tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja selama energy Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga:

Ekspansi Proyek Perumahan dan PSN Dongkrak Permintaan di Industri Pipa Nasional

Dia meyakini, kondisi ini diperkirakan berlanjut pada awal tahun 2026, dengan dukungan berbagai program dan stimulus pemerintah, serta dorongan musiman Ramadan dan Idul Fitri di kuartal I- 2026

“Yang secara historis akan memperkuat permintaan domestik,” kata Andry dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026

Baca Juga:

Inflasi Desember 2025 Tembus Level Tertinggi, Pemerintah Tiongkok Fokus Benahi Dua Sektor Ini

Dia menjabarkan, terjaganya konsumsi masyarakat tercermin dari data inflasi nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat, tingkat inflasi tetap terkendali sebesar 2, 92 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy) pada Desember 2025

Capaian tersebut masih berada dalam kisaran target inflasi pemerintah tahun 2025 yakni 1, 5– 3, 5 persen, yang mencerminkan stabilitas harga di tengah aktivitas ekonomi yang terus berlangsung.

Baca Juga:

Senasib dengan Indonesia, Inflasi Tiongkok Bengkak pada Desember 2025 Imbas Harga Emas Perhiasan

Lebih rinci, pada Desember 2025 tercatat inflasi sebesar 0, 64 persen secara bulanan alias month-to-month (mtm). Secara historis, inflasi cenderung meningkat pada periode akhir tahun, seiring dengan naiknya permintaan masyarakat yang dipengaruhi oleh momentum perayaan Nataru.

“Kenaikan ini mencerminkan menguatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun,” ujarnya.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Principal Economist Bank Mandiri Andry Asmoro

Sementara daya beli masyarakat juga terpantau mengalami penguatan, tercermin dari pergerakan tingkat inflasi inti. Pada Desember 2025, inflasi inti tercatat meningkat sebesar 0, 20 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0, 17 persen (mtm). Inflasi inti ini umumnya mencerminkan dinamika permintaan domestik yang relatif lebih stabil dan berkelanjutan.

Andry menjelaskan, peningkatan inflasi inti tersebut didukung oleh menguatnya konsumsi domestik pada pengujung tahun 2025 Di sisi lain, kenaikan harga emas turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan inflasi inti pada periode tersebut.

“Aktivitas konsumsi tetap strong pada Desember, tercermin dari kenaikan Mandiri Spending Index (MSI) sebesar 17 persen secara bulanan,” kata Andry.

Sementara itu, komponen inflasi harga yang diatur pemerintah (carried out prices) pada Desember 2025 tercatat sebesar 0, 37 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0, 24 persen (mtm). Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh penyesuaian tarif tiket pesawat dan bahan bakar minyak (BBM) selama periode libur Nataru.

Halaman Selanjutnya

Secara keseluruhan, berbagai information terbaru yang dirilis BPS menunjukkan kinerja perekonomian nasional dari sisi konsumsi masyarakat masih berada dalam tren yang positif, dengan stabilitas harga yang tetap terjaga di tengah dinamika permintaan musiman. Kondisi ini menegaskan peran konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber