Sabtu, 7 Februari 2026 – 17: 22 WIB

Jakarta – Bank Central Asia atau BCA Digital mengumumkan pencapaian kinerja tahun buku 2025 yang impresif dengan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 213, 4 miliar.

Baca Juga:

BCA Gas Buyback Rp 5 Triliun, Saham BBCA Kinclong di Tengah Pasar Gonjang-ganjing Pasar

Kepala Perencanaan Perusahaan BCA Digital, Yoga Exercise T. Halim, memaparkan jika sepanjang tahun lalu menjadi tonggak sejarah baru di mana perseroan berhasil mencatatkan laba bersih.

“Pertumbuhan profitabilitas yang hampir dua kali lipat ini berjalan selaras dengan kepercayaan masyarakat yang kian menebal. Ini terbukti dari complete Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 22 persen menjadi Rp 14, 3 triliun,” kata dia, Sabtu, 7 Februari 2026

Baca Juga:

Siapkan Maksimal Rp 5 Triliun, BCA Bakal Buyback Saham

Sinergi dalam ekosistem Grup BCA juga memungkinkan BCA Digital menyalurkan kredit sebesar Rp 8, 6 triliun (naik 31 persen) dan mencetak pendapatan operasional Rp 1, 5 triliun (naik 38 persen) bagi lebih dari 3 juta nasabahnya.

Sementara itu, Kepala Komunikasi Korporat BCA Digital, Nariswari Yudianti, memaparkan bahwa jantung dari setiap inovasi blu adalah strategi yang berpusat pada manusia ( berpusat pada pengguna

Baca Juga:

BCA Revisi Penurunan BI Price, Sinyal Kebijakan Moneter Lebih Ketat?

Menurutnya, setiap fitur yang lahir bukan sekadar pembeda ( nilai jual yang unik , melainkan solusi nyata untuk kebutuhan hidup nasabah yang dinamis sekaligus upaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

BCA Digital mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam setiap langkah inovasinya melalui tiga pilar utama Inisiatif Keberlanjutan Perusahaan (CSI): Rakyat untuk mendorong inklusi finansial, Kemakmuran guna meningkatkan literasi keuangan, dan Planet untuk melindungi kelestarian lingkungan melalui ekonomi sirkular.

“Memasuki tahun 2026, kami sudah menyiapkan langkah strategis untuk melangkah lebih jauh bagi Indonesia melalui empat pilar utama,” ungkap Nariswari. Keempat pilar tersebut adalah:

Pertumbuhan Berkelanjutan dan Kepercayaan : Fokus pada profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh sebagai fondasi kepercayaan nasabah.

Memperluas Ekosistem : Terus aktif mengeksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis guna memperluas akses layanan keuangan yang lebih inklusif.

Meningkatkan Teknologi : Memperkuat kapasitas infrastruktur TI agar mampu menyediakan layanan yang andal, responsif, protected, dan seamless.

Tujuan Dampak : Menjalankan inovasi adaptif untuk merealisasikan target pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

5 Financial Institution Besar RI Kena ‘Sentil’ Moody’s, Begini Respons Menko Airlangga

Kelima financial institution besar RI tersebut adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, yang diubah overview mereka dari stabil menjadi negatif oleh Moody’s. Kok bisa?

img_title

VIVA.co.id

7 Februari 2026

Tautan Sumber