Jumat, 9 Januari 2026 – 20: 30 WIB

VIVA — Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa sudah menjalani pola makan sehat tapi berat badan masih saja naik. Apakah ada yang salah dengan pola makanmu atau tubuhmu? Ternyata meski sudah menjalani pola makan sehat, peningkatan berat badan masih terjadi lantaran kadar kortisol dalam tubuh yang tidak terkontrol.

Baca Juga:

Ramah Diet plan! 10 Campuran Oat Semalam untuk Sarapan, Rendah Kalori dan Bikin kenyang Lebih Lama

“Sudah makan dengan ‘benar’ tapi berat badan tetap naik memang membingungkan. Namun, pada banyak orang, penyebabnya adalah kortisol yang terus-menerus tinggi. Pendekatan ‘anti-kortisol’ yang seimbang bukan soal diet regimen tren, melainkan kebiasaan makan dan gaya hidup yang membantu menenangkan sistem stres, sehingga tubuh akhirnya bisa merespons pola makan sehat dengan baik,” kata Direktur Gastroenterologi di Metro Healthcare facility, Dr. Vishal Khurana dikutip dari laman Hindustan Times, Jumat 9 Januari 2026

Mari kita bahas satu per satu mengenai kortisol. Kortisol dikenal sebagai hormon stres. Stres dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada tubuh karena memengaruhi banyak proses fisiologis. Jika kadar kortisol meningkat dan bertahan tinggi dalam waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan Sindrom Cushing yang berdampak pada metabolisme, intoleransi glukosa, serta penumpukan lemak di location tengah tubuh.

Baca Juga:

Influencer Ini Sukses Turunkan Berat Badan 39 Kg, Ternyata Ini Menu Makan Hariannya

National Collection of Medication mencatat bahwa kadar kortisol yang terlalu rendah justru dapat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah, penurunan berat badan, dan hiperpigmentasi. Karena itu, untuk menerapkan pola makan anti-kortisol, penting mengenali tanda-tanda terkait perubahan kadar hormon ini.

Penyebab Kortisol Meningkat

Baca Juga:

5 Cara Ampuh Atasi Resistensi Insulin dan Turun Berat Badan Tanpa Diet Plan Ekstrem

Menurut Vishal, kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap stres dan memiliki ritme harian alami lebih tinggi di pagi hari dan lebih rendah pada malam hari. Kadar hormon ini bisa meningkat akibat kombinasi perubahan gaya hidup, pola makan, dan kondisi medis tertentu. Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  1. Stres kronis
    Sering overthinking hampir sepanjang hari? Ini bisa menjadi penyebab utama meningkatnya kortisol. Jurnal Endokrinologi & Metabolisme Klinis menyebutkan bahwa stres fisiologis berkepanjangan memicu aktivasi terus-menerus pada sumbu HPA, sehingga produksi kortisol menjadi berlebihan.
  2. Kurang tidur
    Tidur yang kurang atau sering terganggu dapat menyebabkan pelepasan kortisol yang tidak typical, sebagaimana dilaporkan dalam jurnal ilmiah Ulasan Endokrin
  3. Penggunaan obat glukokortikoid jangka panjang
    Pemakaian obat jenis ini dalam waktu lama dapat meningkatkan produksi kortisol, seperti dicatat dalam sejumlah penelitian di Jurnal Endokrinologi & Metabolisme Klinis

Halaman Selanjutnya

Lantas apa yang bisa dilakukan?

Tautan Sumber