Oleh: Dahlan Iskan
Rabu, 03 Desember 2025– 07: 51 WIB
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com
jpnn.com – Alhamdulillah: hujan mulai reda di Sumatra bagian utara. Sejak tiga hari lalu.
Sebelum itu, tujuh hari hujan turun terus-menerus. Deras. Sepanjang hari. Sepanjang malam.
Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/ 11/2025 BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/ 11/ 2025 sebayak 32 orang meninggal dunia diwilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/ 11/2025 ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd
Rasanya lega tiga hari terakhir hujan tidak turun lagi. Hanya gerimis di beberapa tempat.
Bukan berarti penderitaan sudah berakhir. Banjir bandang, genangan, dan kehancuran sudah terlalu besar. Di Sumatera Utara. Di Sumatera Barat. Di Aceh.
Complete yang meninggal dunia 631 orang– angka dari BNPB Pusat. Pengungsi di Aceh saja hampir 500 000 orang.
“Ini bencana terbesar kedua setelah tidal wave tahun 2004,” ujar tokoh Aceh kepada Disway.
Sawah word play here hancur: 130 000 hektare. Rumah yang rusak 71 000 Sekolah yang terkena 165, termasuk empat pesantren.
Saya tidak tahu di mana bencana yang paling parah: Sumbar, Sumut atau Aceh. Dari jumlah korban Sumut 293 jiwa, Sumbar 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita










