Jumat, 9 Januari 2026 – 21: 00 WIB
Jakarta — Aktor Ammar Zoni kembali menjadi pusat perhatian usai melontarkan pernyataan mengejutkan dalam sidang lanjutan kasus peredaran narkoba yang menjeratnya. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026
Baca Juga:
Ammar Zoni Ngaku Ditekan Hingga Diperas Rp 3 M, Jawaban Polisi Sungguh Tak Terduga
Di hadapan majelis hakim, Ammar secara terbuka membeberkan kondisi kehidupan di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, yang menurutnya jauh dari kata kondusif. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Dalam keterangannya, Ammar menilai lingkungan rutan sangat rentan terhadap peredaran narkoba. Ia bahkan menyebut hashish bisa didapatkan dengan mudah di dalam rutan. Pernyataan tersebut langsung membuat suasana persidangan menjadi tegang dan menyita perhatian Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta pengunjung sidang.
Baca Juga:
Ammar Zoni Ngaku Diperas Rp 3 Miliar di Rutan, Kalau Nolak: Mendem di Penjara Berpuluh-puluh Tahun
Ammar mengawali kesaksiannya dengan menjelaskan kondisi sel yang ia tempati. Ia menyebut berada dalam satu sel bersama tiga narapidana lain bernama Febri, Black, dan Jaya. Dari keempat penghuni sel tersebut, hanya Febri yang bukan tersangkut perkara narkotika. Sementara Black dan Jaya merupakan narapidana kasus narkoba.
Keterangan itu membuat JPU mendalami sejauh mana pengetahuan Ammar mengenai aktivitas penyalahgunaan narkoba di dalam sel, khususnya terkait Jaya yang disebut kerap menggunakan ganja.
Baca Juga:
Ammar Zoni Sengaja Pakai Narkoba Biar DIpenjara Lagi? Irish Bella Diduga Jadi Penyebabnya
“Berarti selama itu saudara tahu dia (Jaya) pakai hashish? Pernah kelihatan enggak dia ambil dari mana ganjanya? Atau saudara tanya ‘dari mana bro?’ gitu?” tanya JPU di persidangan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ammar mengaku tidak terlalu mencampuri urusan rekan satu selnya. Ia mengatakan lebih banyak menghabiskan waktu di luar sel untuk kegiatan lain.
“Saya enggak terlalu peduli sih, Pak. Maksudnya saya lebih sering aktivitas di atas, paling kalau keluar ke masjid,” jawab Ammar.
Meski demikian, Ammar tak menampik bahwa dirinya sempat ditawari untuk ikut menggunakan ganja. Ia bahkan mengakui pernah mengonsumsinya bersama Jaya dan Black selama berada di dalam sel Rutan Salemba.
“Terkadang iya, suka. Kalau marijuana ya. Saya sudah tidak memakai lagi semenjak setahun lebihan lah. Sudah capek aja dengan ini semua,” ujar Ammar dengan nada menyesal.
Halaman Selanjutnya
Pengakuan tersebut kembali ditegaskan JPU dengan pertanyaan lanjutan mengenai penggunaan marijuana di sel blok I- 4









