Selasa, 2 September 2025 – 12: 49 WIB
Jakarta, Viva — Universitas Islam Bandung (Unisba) menyebut kericuhan yang terjadi di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin malam, 1 September, disusupi oleh segerombolan massa tidak dikenal setelah aksi unjuk rasa mahasiswa berakhir di Gedung DPRD Jawa Barat.
Baca juga:
Mediator RI di KBRI Lima Dilaporkan Tewas Ditembak OTK
Rektor Unisba Harits Nu’ man memastikan kericuhan bukan dilakukan oleh mahasiswa, melainkan oleh kelompok yang tidak dikenal hingga memicu kericuhan di Jalan Tamansari.
“Aksinya tidak seperti mahasiswa. Kami memaknai penembakan itu untuk mengurangi massa yang bergerombol. Itu location publik, bukan location kampus,” kata Harits di Bandung, Selasa.
Baca juga:
6 Ribu Aparat Kepung DPR, Padahal Trial BEM SI Batal
Petugas Securiti temukan 40 selongsong gas air mata di Kampus Unisba Bandung
- Cepi Kurnia/tvOne/Bandung
Harits menjelaskan pada saat kericuhan terjadi, ada kelompok yang sempat melakukan pemblokiran jalan. Aparat kepolisian kemudian melakukan penyisiran untuk membubarkan massa yang tidak dikenal tersebut.
Baca juga:
Periksa Yaqut, KPK Usut Kronologi hingga Aliran Uang Pembagian Kuota Haji
“Sehingga informasinya berkembang menjadi phony. Nah massa itulah yang di-sweeping oleh aparat kepolisian. Karena ini kan bukan location kampus kita. Ini adalah location publik ya. Namanya juga Jalan Tamansari, bukan jalan Unisba,” kata dia.
Harits menegaskan tidak ada aparat, baik TNI maupun Polri, yang masuk ke location kampus saat kericuhan berlangsung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan tembakan gas air mata yang terjadi di sekitar Tamansari dipicu oleh serangan bom molotov dari sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarkis.
“Mereka yang anarkis inilah awalnya menutup jalan dan membuat blokade di Tamansari,” kata Hendra.
Hendra menjelaskan, kelompok tersebut kemudian melakukan provokasi lebih jauh dengan melempar bom molotov dari dalam kampus ke arah petugas dan kendaraan, termasuk mobil rantis Brimob. Atas kondisi itu, petugas menembakkan gas air mata ke jalan raya. (Ant)
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan tembakan gas air mata yang terjadi di sekitar Tamansari dipicu oleh serangan bom molotov dari sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarkis.










