memuat …

Rawatib Salat adalah doa Sunnah yang dilakukan sebelumnya (qobliyah) dan setelah (badiyah) wajib (wajib) doa. Foto ilustrasi/istria

Salat Rawatib adalah doa sunnah yang dilakukan sebelumnya (qobliyah) dan setelah (bachelor’s degree’diyah) doa wajib (wajib). Ada perbedaan interpretasi dari para sarjana tentang jumlah total rak’ah.

Ada yang mengatakan seluruh rawatib salat adalah 10 rakaat atau 12 rakaat. Bahkan ada cendekiawan yang berpikir 22 rak’ah. Perbedaan jumlah Rakaat ini tidak mempengaruhi hadiah dari Rawatib Salat sebagai AT-Tathowwu ‘(ibadah tambahan).

Rincian salat rawatib menurut buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Moh. Rifai, adalah sebagai berikut:
– 2 rakaat sebelum salat subuh (sesudah salat subuh tidak ada sunnah setelah subuh.
– 2 atau 4 rak’ah sebelum Saturnus. Dan 2 rakaat setelah Suhur.
– 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum salat Ashar (setelah salat Ashar tidak ada salat sunah)
– 2 rakaat sesudah salat Maghrib
– 2 rakaat sebelum salat Isya’ (atau tidak salat sebelum Isya’)
– 2 rakaat sesudah salat Isya.

https://www.youtube.com/watch?v=LogDxontoqo

Namun dalam buku karya Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah berjudul Zad Al Ma’ad bab Hadyu An-Nabi fi Ash-Sholah, salat Sunnah rawatib berkisar 10 atau 12 rakaat. Dijelaskan bahwa Rasulullah selalu menjaga salat sunnah Sepuluh rak’ah tidak bepergian. Utusan Allah (semoga damai ada di atasnya)

Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Memang, badan amal pertama dari seorang pelayan adalah doanya. Ketika dia baik maka dia beruntung dan sukses, dan ketika dia rusak dia berada pada posisi yang kurang menguntungkan dan menyesal. Kemudian doa wajibnya yang rendah diselesaikan bersamanya, dan kemudian seluruh praktiknya selesai.” (SDM at-Tirmidzi)

Ibn Umar berkata, “Saya selalu menyimpan doa sepuluh rak’ah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ini adalah dua rak’ah sebelum dan sesudah doa, dua rak’ah setelah doa Maghrib, dua rak’ah setelah doa Isha, dan 2 rakaat sebelum fajar.

Di dalam Hadis tersebut dijelaskan bahwa rawatib Maghrib dan Isya dilakukan Rasulullah di rumah.

Mempertimbangkan pentingnya penyembahan rawatib ini, dan itu dilakukan berulang kali sebagai doa wajib, umat Islam didorong untuk mengimplementasikannya.

Baca juga: Bolehkah Salat Dhuha Dilakukan Berjamaah? Bagaimana Hukumnya?

Di antara hadits yang menunjukkan prioritas salat Sunah Rawâtib secara umum, adalah hadis Umm Habbah, yang berbunyi:

Tidak ada Muslim yang berdoa kepada Tuhan setiap hari bahwa Anda memiliki kesepuluh rak’ah, keperawanan, selain seorang wanita, kecuali untuk Tuhan untuknya di surga Dia

Tautan Sumber