Saat KTT Dampak India-AI 2026 mencapai titik tengahnya, Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan makan malam akbar malam ini untuk para pemimpin international di Bharat Mandapam. Menu tersebut, direncanakan oleh ITC Group, menghubungkan akar pertanian kuno India dengan tujuan AI di masa depan. Daftar tamu termasuk Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, serta inovator teknologi internasional dan pembuat kebijakan.

Temanya: Merayakan panen musim dingin

Makan malam tersebut merayakan ‘Shishir Ritu,’ musim tradisional India yang menandai peralihan dari akhir musim dingin ke musim semi. Food selection menyoroti “Vikas bhi, Virasat bhi” (Pembangunan dan Warisan). Fokusnya adalah pada millet lokal dan produk berlabel GI untuk memelihara dan memulihkan kondisi.

Tambahkan Zee News sebagai Sumber Pilihan

Pemula: Penghargaan untuk Old Delhi

Hidangannya dimulai dengan ‘Varnila’ (Brilliant), versi jajanan kaki lima India yang penuh gaya yang bertujuan untuk menghadirkan semburan warna dan tekstur.

Hidangannya : Chaat semarak yang menampilkan keripik bayam bayi dan bola yogurt.

Putarannya : Ini termasuk keseimbangan antara chutney kurma asam dan rasa daun ketumbar, diakhiri dengan masala Old Delhi dan renyah millet Jowar (Sorghum) multifloral.

Statistik : 213 kkal per 100 gram.

Hidangan utama: Rasa Uttarakhand

Bertajuk ‘Sasya’ (Panen), hidangan utama menampilkan cita rasa khas “Pahadi” (pegunungan) dari wilayah Kumaon.

Rajma Gilawat : Menampilkan Munsyari Rajma yang diberi tag GI dari Uttarakhand, yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang pedas.

Biji-bijian : Perpaduan wangi nasi Pahadi dan pulao Jhangora (Barnyard Millet).

Kumaoni Aloo Gutke : Potongan kentang dimasak dengan bumbu tradisional Himalaya Jakhya, disajikan dengan saus tomat-anari (delima) yang lembut.

Statistik: 331 kkal per 100 g. &# 13;
&# 13;

Roti Artisanal: Dari Lucknow hingga Kashmir

Pilihan roti menampilkan beragam tradisi pembuatan kue di India:

Taftaan : Roti pipih beragi dengan kandungan kunyit dari Uttar Pradesh, yang terkenal dengan teksturnya yang ringan dan bersisik.

Girda Kashmir : Roti bundar tradisional dengan bagian tengah berlesung pipit yang khas, dipanggang segar untuk mencerminkan semangat Lembah Kashmir.

Makanan penutup & kesimpulan: Perpaduan contemporary

Untuk hidangan terakhir bertajuk ‘Nisarga’ (Penciptaan Alam), para koki memadukan manisan tradisional India dengan metode kue international.

Tanda tangan : Spons kue chena krim Rasmalai Tres Leches yang direndam dalam susu peanut.

Krisis : Disajikan dengan streusel Bajra (Pearl Millet) dengan pengawet buah beri musim dingin.

Minuman : Para tamu dapat memilih antara Kahwa Kashmir tradisional, Kopi Filter India Selatan, dan Teh Darjeeling.

Last : Mawar India dan Daun Coklat Mishri Gulkand (Paan) membungkus malam itu.

Catatan strategis untuk tahun 2026 : Banyaknya penggunaan millet (Jowar, Jhangora, dan Bajra) mendukung “Misi Millet” India. Hal ini menunjukkan kepada para pemimpin dunia bahwa pertanian berkelanjutan dan berketahanan iklim merupakan inti dari rencana ketahanan pangan India yang digerakkan oleh AI.

BACA JUGA |Transisi cuaca di India Utara: Hujan surut seiring kembalinya panas; IMD memperkirakan suhu 28 ° C pada hari Kamis

Tautan Sumber