Rabu, 21 Januari 2026 – 15:30 WIB
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan anggaran penanganan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta tidak akan dipangkas. Meskipun ada kebijakan efisiensi APBD.
Baca Juga:
Pemprov DKI Bakal Terapkan WFH hingga Belajar Jarak Jauh jika Jakarta Banjir Lagi
Menurutnya, upaya untuk menangani cuaca buruk di Jakarta harus dipersiapkan dengan baik sehingga anggaran tidak akan dipotong.
“Jadi hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga:
Serapan di 2025 Belum Optimal, Purbaya Bakal Sisir Kembali Anggaran MBG 2026
Politikus senior PDIP itu menyebut anggaran untuk operasi modifikasi cuaca juga disiapkan untuk satu bulan penuh.
ilustrasi genangan banjir di jalan (Dok. TMC Polda Metro Jaya)
Foto :
- VIVA.co.id/Fajar Ramadhan
Baca Juga:
Tak Perlu Turun Mobil, Ini Cara Mengetahui Batas Aman Terobos Banjir
Dia menyebut anggaran untuk operasi modifikasi cuaca biasanya hanya dialokasikan untuk 2-3 hari.
“Baru kali ini sebenarnya hal yang berkaitan dengan modifikasi cuaca, operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari,” ungkapnya.
Pramono menjelaskan hal itu dilakukan lantaran sesuai data BMKG, cuaca ekstrem di Jakarta terjadi hampir selama satu bulan penuh.
“Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa ini kan hari ini juga masih kebanjiran semua,” tutur Pramono.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
Gubernur Pramono: Alhamdulillah Ekonomi Jakarta Terjaga dengan Baik
Gubernur Pramono mengatakan stabilitas ekonomi Jakarta saat ini tetap terjaga kuat dengan capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang melampaui target.
VIVA.co.id
21 Januari 2026














