Jumat, 6 Februari 2026 – 23: 43 WIB

Jakarta — Hubungan antara aparat kepolisian dan kelompok buruh kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mabes Polri itu membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan buruh hingga mekanisme penyelesaian persoalan industrial.

Baca Juga:

Hukum Disebut Bisa Kehilangan Martabat Jika Polri Dibawah Kementerian

Dalam audiensi tersebut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kerja sama dengan elemen buruh. Menurutnya, sinergi yang sudah terjalin perlu dijaga dan ditingkatkan agar aspirasi pekerja dapat tersalurkan dengan baik, sekaligus menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif.

Salah satu fokus yang disampaikan adalah optimalisasi peran Workdesk Ketenagakerjaan Polri. Desk ini diposisikan sebagai wadah pelayanan kepolisian dalam menangani persoalan perburuhan, termasuk konflik commercial dan perlindungan kelompok pekerja rentan.

Baca Juga:

Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad soal Reformasi Polri Salah Kaprah

“Kami terus untuk mengoptimalkan terkait dengan pelayanan kepolisian di bidang permasalahan perburuhan, juga tentunya kita perluas terkait dengan perlindungan terhadap buruh-buruh perempuan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai audiensi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026

Baca Juga:

Audiensi dengan MUI, Kapolri Listyo Sigit Bicara NKRI hingga Indonesia Emas 2045

Ia menjelaskan, Workdesk Ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi sebagai ruang aduan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kehadiran negara dalam memastikan hak-hak buruh terlindungi. Melalui mekanisme tersebut, Polri berupaya berperan aktif saat buruh menyampaikan aspirasi, menghadapi konflik hubungan commercial, maupun ketika membutuhkan perlindungan hukum.

“Baik pada saat menyampaikan aspirasi ataukah pada saat kita membantu menyelesaikan masalah industrial yang ada ataupun juga memberikan perlindungan-perlindungan yang harus kita berikan,” ujar Sigit.

Lebih jauh, Kapolri berharap sinergi yang terbangun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan buruh. Ia juga menyinggung pentingnya pembukaan lapangan kerja agar pekerja memiliki ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.

“Kita akan terus menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini untuk terus ke depan kita tingkatkan sebagai sahabat-sahabat kami. Dan buruh juga menempatkan kami sebagai sahabat-sahabat dari buruh. Dan ini tentunya menjadi hal yang harus terus kita jaga dan kita perbaiki dan kita pertahankan ke depan,” ucap Sigit.

Halaman Selanjutnya

Dari pihak buruh, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polri membentuk Workdesk Ketenagakerjaan. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi terobosan penting yang memberikan manfaat langsung bagi buruh di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber