Selasa, 2 September 2025 – 12: 58 WIB
Jakarta, Viva — Kepolisian Nasional Peru menyampaikan duka cita atas pembunuhan seorang diplomat Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima dan menyatakan segera memulai investigasi kasus penembakan diplomat tersebut.
Baca juga:
Menlu Sugiono Pastikan Pendidikan Anak Zetro Leonardo Dijamin Pemerintah
“Kami segera mengaktifkan rencana “Cerco” (pengepungan) dan memulai investigasi untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” kata Kepolisian Nasional Peru dalam satu pernyataan yang diunggah di akun resmi X yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Baca juga:
Rektor Unisba Sebut Kericuhan di Jalan Tamansari Bukan Dilakukan Mahasiswa, tapi Disusupi Massa Tak Dikenal
Sebelumnya seorang mediator KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba (42, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Lima pada Senin malam, 1 September waktu setempat.
Menurut laporan media setempat Panamericana Television, korban meninggal setelah ditembak tiga kali oleh seseorang yang tak dikenal beberapa meter dari tempat tinggalnya di distrik Lince, Lima.
Baca juga:
Menlu Sugiono Minta Peru Selidiki Kasus Mediator RI Tewas Ditembak hingga Tuntas
Laporan tersebut mengatakan bahwa penembakan terjadi saat korban sedang bersepeda bersama istrinya.
Korban sempat dievakuasi ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan sedangkan sang istri selamat dari penembakan tersebut dan saat ini masih dalam perlindungan kepolisian setempat.
Menurut informasi dari kepolisian setempat, korban baru tiba di Peru untuk menjalankan tugas diplomatiknya lima bulan yang lalu, dan sempat bertugas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne, Australia.
Dalam konteks kepolisian dan militer Peru, “Cerco” dapat merujuk pada “Rencana Pengepungan” (Plan Cerco) untuk menangkap penjahat atau operasi militer tertentu, seperti operasi antiteroris yang disebut Operasi Cerco 99 dan rencana anti terorisme Cerco Noventiuno.
Pada dasarnya, “Cerco” berarti “pengepungan” atau “pengurungan” dan digunakan untuk merujuk pada strategi atau operasi yang bertujuan mengisolasi dan menangkap target. (Ant)
Halaman Selanjutnya
Menurut informasi dari kepolisian setempat, korban baru tiba di Peru untuk menjalankan tugas diplomatiknya lima bulan yang lalu, dan sempat bertugas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne, Australia.












