Diterbitkan 19 Januari 2026
Berlangganan
Sanae Takaichi, perdana menteri Jepang, berbicara saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang 17 Desember 2025. (Foto File REUTERS)
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan dia akan membubarkan parlemen pada hari Jumat dan menyerukan a pemilu nasional untuk mencari dukungan pemilih untuk peningkatan belanja dan strategi keamanan baru yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan pertahanan Jepang.
Pemungutan suara cepat ini akan menentukan seluruh 465 kursi di majelis rendah parlemen dan menandai ujian elektoral pertama bagi Takaichi sejak menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang pada bulan Oktober.
Menyerukan pemilu dini akan memungkinkannya memanfaatkan dukungan publik yang kuat untuk memperketat cengkeramannya pada Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dan menopang mayoritas koalisinya yang rapuh.
Pemilu ini akan menguji selera pemilih untuk belanja lebih tinggi pada saat meningkatnya biaya hidup menjadi perhatian utama masyarakat. Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh lembaga penyiaran publik NHK minggu lalu menemukan bahwa 45% responden menyebutkan harga sebagai kekhawatiran utama mereka, diikuti oleh diplomasi dan keamanan nasional sebesar 16%.










