Menyerukan serigala dan mengharapkan pergerakan bebas di Eropa adalah hal yang dapat dibenarkan, kata Kaja Kallasov, kepala diplomasi UE, melalui media sosial. UE sedang menyusun ulang peraturan bagi warga negara Rusia di tengah pelanggaran yang sedang berlangsung akibat drone dan penyabot di wilayah Eropa, tambahnya, seraya menambahkan bahwa perjalanan ke UE bukanlah suatu hal yang biasa, melainkan sebuah hak istimewa.

Mulai sekarang, mereka tidak akan bisa masuk lagi. Artinya, orang Rusia harus mengajukan visa baru setiap kali mereka bepergian ke UE. Menurut komisi, hal ini memerlukan inspeksi menyeluruh dan sering oleh kontraktor dengan tujuan mengurangi potensi risiko keamanan. Namun, akan ada pengecualian untuk kasus-kasus terbatas dan deduktif, seperti surat kabar independen dan pembela hak asasi manusia.

Pada hari Kamis, komisi memutuskan komposisi bilik suara di komite penasihat Komisi Eropa, yang menangani masalah ini dan tempat pertemuan perwakilan negara-negara Polandia. Aturan tertulis tersebut akan mulai berlaku pada hari Sabtu, tambah juru bicara Komisi Eropa, Markus Lammert.

Pasca invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Brussel mengambil kesempatan bagi Rusia untuk menutup wilayah Schengen, ketika membatalkan perjanjian penyatuan rezim UE. Beberapa anggota Uni Eropa, misalnya negara-negara Baltik, dan juga Republik Ceko, bertindak lebih jauh dengan melarang orang Rusia melakukan perjalanan ke negara tersebut atau sangat membatasi kemampuan mereka untuk melakukan perjalanan. Di sisi lain, Italia, Prancis, Polandia, dan bahkan Moskow, seluruh Hongaria Timur, bersikap liberal dalam hal ini. Komisi Eropa yang berada dalam kewenangan masing-masing negara UE dapat mengontrol proses tersebut, namun tidak dapat mencegah masuknya negara-negara tersebut.

Tahun lalu, menurut data eksekutif UE, wilayah Schengen menerima lebih dari setengah juta orang Rusia, jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2023, tetapi jauh di bawah tingkat sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Pada tahun 2019, pengadilan Eropa mengeluarkan lebih dari satu juta warga negara Federasi Rusia. Desakan untuk membatasi pelepasan juga muncul terkait tingginya jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Eropa pada tahun ini.

Yuliya Navalny, janda mendiang politisi Rusia Alexei Navalny, memperingatkannya agar tidak melakukan kerja sama terbatas dalam sebuah surat kepada UE. Menurutnya, UE harus fokus pada oligarki dan mereka yang menyebarkan propaganda Rusia, bukan pada wisatawan.

Dalam konteks ini, pidato Komisi Eropa pada hari Jumat menekankan bahwa ada pengecualian tertentu terhadap larangan tersebut. Diantaranya, misalnya, anggota keluarga warga negara Rusia yang tinggal di UE dan anggota keluarga warga negara UE. Mereka bisa mendapatkan visa masuk lebih lanjut yang berlaku selama satu tahun, kata Lammert.

Menurutnya, pihak berwenang Polandia dapat, kecuali dan dalam kasus penipuan, menerbitkan obligasi untuk kasus-kasus kepada orang-orang yang masuk, tidak ada keraguan tentang integritas dan keandalannya. Mereka termasuk para pembangkang, surat kabar independen, pembela hak asasi manusia dan perwakilan organisasi masyarakat sipil, tambah juru bicara Komisi Eropa.

Tautan Sumber