Apa yang pertama kali dilaporkan sebagai kematian akibat tabrak lari saat jalan-jalan aching di Sri Ganganagar, Rajasthan, kini telah terungkap sebagai pembunuhan berencana, yang diduga dilakukan oleh seorang wanita berusia 23 tahun dengan bantuan kekasihnya.

Dugaan pembunuhan yang terjadi pada tanggal 6 Oktober menjadi berita utama pada hari Senin dan polisi mengungkapkan rincian mengerikan dan penangkapan dalam kasus tersebut. (ANI/Berkas)

Polisi mengatakan wanita tersebut, Anjali Kumar, membunuh suaminya Ashish Kumar (27 karena dia tidak bahagia dengan pernikahan yang diatur oleh keluarganya, meski telah menjalin hubungan dengan pria lain selama tujuh tahun. Seperti diberitakan HT sebelumnya, sejauh ini sudah ada empat orang yang diamankan dalam kasus tersebut.

Ashish dibunuh pada Jumat malam di sebuah jalan di desa 01 KLM di distrik Sri Ganganagar. Awalnya, Anjali mengatakan kepada polisi bahwa pasangan tersebut sedang berjalan-jalan sore ketika sebuah sepeda motor yang melaju kencang menabrak Ashish dari belakang.

Segalanya tampak berjalan sesuai rencana keduanya. Namun, kebenaran muncul setelah otopsi menemukan cedera yang tidak sesuai dengan kecelakaan di jalan raya, sehingga mendorong penyelidikan lebih dalam dan akhirnya pengakuan.

Perselingkuhan yang sudah berlangsung lama

Menurut polisi, Anjali dan Ashish menikah pada Oktober tahun lalu, namun hubungannya dengan Sanjay (25 sudah hampir tujuh tahun mendahului pernikahan tersebut.

“Keluarga Anjali mengetahui hubungan mereka namun tetap menikahkannya dengan korban, Ashish Kumar. Dia tidak bahagia dengan pernikahan tersebut dan karenanya merencanakan seluruh pembunuhan,” kata Inspektur Polisi Sri Ganganagar, Amrita Duhan.

Penyelidik mengatakan Anjali dan Sanjay, keduanya penduduk asli Sadulshahar di distrik Churu, bertemu saat kelulusan mereka di sebuah perguruan tinggi di Ravla di Sri Ganganagar dan melanjutkan hubungan mereka bahkan setelah pernikahannya.

Story diselesaikan 16 hari sebelum pembunuhan

Investigasi mengungkapkan bahwa pembunuhan itu tidak impulsif tetapi direncanakan dengan baik sebelumnya. Menurut laporan polisi dan PTI, Anjali mengunjungi rumah orang tuanya di Sadulshahar 16 hari sebelum kejadian, di mana dia dan Sanjay diduga menyelesaikan rencana untuk melenyapkan Ashish.

Duo ini juga mengikat dua pria, Rohit dan Siddharth, yang diduga melakukan pengintaian di lokasi pembunuhan beberapa hari sebelum penyerangan.

Menurut polisi, Anjali tidak bahagia dalam pernikahannya, namun pemicu terakhir datang ketika dia meminta izin suaminya untuk kembali ke kampus mereka sebelumnya di Ravla untuk studi lebih tinggi, sebuah tindakan yang menurut penyelidik dimaksudkan untuk membantunya bertemu Sanjay secara teratur. “Ashish menolak,” kata SP.

Ashish bergabung dengan sekolah swasta sebagai guru hanya tiga hari sebelum kematiannya.

Bagaimana pembunuhan itu dilakukan

Pada hari kejahatan terjadi, Anjali diduga membujuk Ashish ke tempat sepi dengan dalih jalan-jalan aching.

“Anjali sudah memberi tahu Sanjay sebelum dia meninggalkan rumah bersama suaminya. Begitu mereka sampai di tempat kejadian, Sanjay dan rekan-rekannya menyerang Ashish dengan tongkat dan tongkat serta memukulinya hingga dia pingsan. Ketika dia jatuh pingsan, Sanjay membekapnya hingga meninggal. Otopsi kemudian mengungkapkan adanya cedera kepala yang dalam dan tanda-tanda dibekap,” kata Duhan.

Circle Policeman Prashant Kaushik juga merinci rangkaian kejadian malam itu.

“Pada malam naas itu, setelah makan malam, Anjali mengajak Ashish berjalan-jalan. Dia memberi tahu Sanjay, yang datang bersama kaki tangannya dan bersembunyi di semak-semak di dekatnya. Ketika dia memberi isyarat, ketiganya menyerang Ashish dengan tongkat, membuatnya pingsan, dan kemudian mencekiknya,” katanya, PTI melaporkan.

Usai pembunuhan, Anjali diduga berusaha membuat kejahatan tersebut terlihat seperti perampokan.

“Untuk menggambarkan kejahatan tersebut sebagai perampokan, Anjali menyerahkan ponsel Ashish dan anting-antingnya kepada terdakwa,” kata polisi, seraya menambahkan bahwa dia berpura-pura tidak sadarkan diri di dekat tempat kejadian, PTI melaporkan.

Berdasarkan pengaduannya, polisi mendaftarkan kasus kelalaian mengemudi dan mulai mencari tersangka pengendara sepeda motor, sementara jenazah Ashish dikirim untuk diotopsi.

Otopsi menimbulkan kecurigaan

Teori tabrak lari mulai terungkap setelah laporan otopsi masuk. “Ada beberapa bekas luka akibat penyerangan ruthless. Kami juga tidak menemukan petunjuk lain terkait penyerang tersebut,” kata Duhan.

Karena tidak ada bukti yang mendukung kecelakaan lalu lintas atau perampokan, polisi memanggil Anjali untuk diinterogasi. Selama interogasi pada hari Rabu, dia diduga mengakui perannya dalam pembunuhan tersebut.

Keempat terdakwa– Anjali, Sanjay, Rohit dan Siddharth– telah ditangkap. Sebuah kasus pembunuhan telah didaftarkan terhadap mereka di bawah bagian yang relevan dari Bharatiya Nyaya Sanhita, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan.

Tautan Sumber