Rabu, 21 Januari 2026 – 17:05 WIB
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengakui bahwa dirinya lah orang yang mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada Presiden Prabowo, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung tersebut.
Baca Juga:
Dasco Sebut Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Sejak 31 Desember 2025
Ketiga nama tersebut yakni Dicky Kartikoyono, Solikin M. Juhro, dan Thomas Djiwandono yang merupakan Wakil Menteri Keuangan sekaligus keponakan Presiden Prabowo sendiri.
“Pada 14 Januari 2026, saya sebagai Gubernur BI menyampaikan rekomendasi usulan 3 calon Deputi Gubernur kepada bapak presiden, yaitu bapak Thomas Djiwandono, bapak Dicky Kartikoyono dan Bapak Solikin M. Juhro,” kata Perry dalam telekonferensi pers, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga:
BI Tahan BI Rate di 4,75 Persen di Januari 2026
Thomas Djiwandono Dipanggil Prabowo di Kartanegara
Dia menjelaskan, pengunduran diri Juda Agung sebelumnya juga telah disampaikan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan tembusan kepada Ketua DPR RI dan Gubernur BI.
Baca Juga:
Profil 2 Pesaing Thomas Djiwandono di Bursa Deputi Gubernur BI, Ini Rekam Jejak Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro
Setelahnya, pengusulan ketiga nama penggantinya itu dilakukan Perry kepada Presiden Prabowo. Kemudian, usulan itu diteruskan ke pihak DPR RI untuk menjalani proses persetujuan serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), yang rencananya akan digelar mulai Jumat (23/1) dan Senin (26/1).
“Kita tentu saja menyerahkan semuanya kepada DPR, untuk memberikan persetujuan terhadap salah satu dari tiga orang calon Deputi Gubernur tersebut,” ujarnya.
Perry memastikan, proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI yang kosong itu tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dan kebijakan BI sebagai bank sentral. Sementara langkah pengambilan kebijakan di BI dipastikan juga akan tetap berjalan secara kolektif kolegial dan profesional.
“Kami tegaskan bahwa proses pengisian jabatan Deputi Gubernur tersebut tidak akan mempengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan BI sebagai Bank Sentral,” kata Perry.
Dia juga memastikan bahwa proses pengambilan kebijakan di BI akan tetap dilakukan secara profesional dan dengan tata kelola yang kuat.
“Tentunya dengan bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah, untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bos BI Ungkap Biang Kerok Tren Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, blak-blakan mengenai penyebab terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir
VIVA.co.id
21 Januari 2026












