Konferensi pers aksi perburuan satwa Macan Tutul Jawa di Mapolres Karawang. Foto: doc. Polda Jabar

jpnn.comKARAWANG – Upaya pencarian macan tutul Jawa yang jadi korban perburuan liar di hutan lindung Sanggabuana, Karawang, oleh tim gabungan resmi dihentikan.

Petugas yang melakukan penyisiran selama enam hari, tidak menemukan keberadaan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Ery Mildranaya mengatakan, proses pencarian dilakukan sejak 26 hingga 31 Januari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi macan tutul Jawa yang terluka pasca-ditembak oleh pemburu.

“Kegiatan ini jadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan si predator puncak ini masih eksis, bebas menjelajah di habitat alaminya, dan lingkungannya tetap terjaga dengan baik,” kata Ery saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).

Pada pencarian di hari pertama, petugas menemukan jejak yang diduga kuat milik macan tutul Jawa.

Pencarian dilakukan pada elevasi sekitar 400 mdpl. Namun hingga hari ketiga, keberadaan panthera pardus melas itu belum ditemukan.

Hari keempat, patroli pencarian kembali dilakukan di sekitaran hutan Sanggabuana Blok Purwakarta area Curug Tilu. Di sana tim menemukan informasi orang yang diduga sebagai pemburu.

Pencarian macan tutul Jawa yang diduga ditembak pemburu di hutan Sanggabuana dihentikan setelah enam hari tanpa hasil, meski jejak dan indikasi pemburu ketemu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita

Tautan Sumber