Kamis, 29 Januari 2026 – 17:14 WIB

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda, terus mendorong percepatan pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Politisi muda Partai Golkar ini menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya sekadar kerja cepat, tetapi harus terukur secara teknis dan taat regulasi agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Baca Juga:

Di Rakernas PSI, Kaesang Sebut Merawat Alam Bukan Cuma Tugas Menhut Raja Juli

​Zigo menyoroti maraknya pembangunan hunian yang mengabaikan zona bahaya. Ia mendesak pemerintah untuk memperketat aturan batas wilayah aman dari bibir sungai dan bahu jalan nasional.

​”Kita ingin penanganan cepat, tapi tidak boleh sembarangan. Saya minta regulasi terkait izin perumahan diperbarui. Harus ada rekomendasi teknis yang ketat dari pihak terkait. Jangan lagi ada pembiaran perumahan dibangun sangat dekat dengan bibir sungai karena itu sama saja menjemput maut saat bencana datang kembali,” kata Zigo dalam keterangannya, dikutip Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga:

Bukan Sekadar Latihan, 283 Taruna Akpol Bergerak Pulihkan Aceh Tamiang Pasca Bencana

Kemenhut Kebut Pembersihan Kayu Imbas Bencana Sumatera

​Selain infrastruktur, Zigo juga menaruh perhatian pada aspek keamanan dari aspek hukum bagi para stakeholders dan petugas di lapangan. Ia memperingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, para eksekutor di lapangan rentan terjerat masalah hukum.

Baca Juga:

Nilai Klaim Asuransi Akibat Bencana Sumatera Tembus Rp1 Triliun

​”Perencanaan pekerjaan itu sangat krusial. Jangan sampai karena mengejar target cepat, teman-teman kita di lapangan bekerja tanpa dasar perencanaan yang kuat sehingga nantinya malah berhadapan dengan masalah hukum. Kita harus melindungi mereka dengan payung hukum dan manajemen risiko yang jelas,” tambahnya.

Zigo juga menaruh perhatian pada air bersih. ​Kondisi di lapangan, khususnya di Kota Padang, perlu menjadi perhatian khusus.

Banyak warga yang bukan pelanggan PDAM kini kehilangan akses air bersih karena sumur-sumur mereka kering pasca-bencana. Sementara itu, mata pencaharian mereka pun turut lumpuh.

​”Di Padang, banyak warga yang bergantung pada sumur, sekarang sumurnya kering dan mereka tidak punya suplai air sama sekali. Karena mereka bukan pelanggan PDAM, mereka kesulitan. Saya meminta Direktorat Jenderal Cipta Karya turun tangan. Masukkan warga terdampak ini ke dalam sambungan PDAM secara gratis melalui pendanaan Cipta Karya. Ini murni urusan kemanusiaan bagi mereka yang mata pencahariannya sudah hilang terkena bencana,” tutur Zigo dengan nada lugas.

Halaman Selanjutnya

Tidak hanya itu, ​Zigo juga mengingatkan BUMN yang ditunjuk sebagai pelaksana agar tidak hanya menjadi pengepul laporan dari hasil kerja pihak lain. Ia khawatir adanya klaim sepihak atas pekerjaan yang dilakukan oleh relawan atau pihak swasta menggunakan alat berat mandiri.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber