Selasa, 03 Februari 2026– 12: 03 WIB
Ilustrasi pedagang cabai. FOTO: Ricardo/JPNN. com
jpnn.com JAKARTA – Direktur Eksekutif Facility of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah harus menempatkan perhatian khusus pada komoditas pangan non-beras, terutama hortikultura seperti bawang dan cabai.
Pasalnya, menurut dia, kedua komoditas ini hampir selalu mengalami lonjakan harga pada periode musiman tersebut dan menjadi penyumbang inflasi terbesar.
“Maka perlu dilakukan pemantauan dari jalur distribusi, operasi pasar dan memantau dari sisi harga,” katanya saat dikutipSelasa (3/1
Selain itu, ia mengatakan peran Bulog harus diperkuat pada momen-momen ini. Bulog tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga beras, tetapi juga bisa berperan dalam menjaga pasokan pangan lain yang rawan inflasi.
Faisal menjelaskan pola musiman inflasi yang terjadi awal tahun ini. Pada Januari 2026, inflasi melemah setelah momentum Natal dan Tahun Baru, bahkan tercatat deflasi sebesar 0, 15 persen dibandingkan Desember 2025
Namun, memasuki Februari yang bertepatan dengan Imlek dan menjelang Ramadan, potensi inflasi kembali meningkat.
“Setelah deflasi Januari, kemungkinan besar inflasi akan kembali naik di Februari dan Maret, dengan puncaknya pada Lebaran,” ucap dia.
Kemudian, untuk komoditas beras, ia menjelaskan panen raya yang diperkirakan terjadi pada Februari hingga April akan menambah ketersediaan beras, sehingga dapat membantu meredam tekanan inflasi.
pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 harus menempatkan perhatian khusus pada komoditas pangan non-beras
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita











