Selasa, 2 Desember 2025 – 16:10 WIB
Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menyiapkan hunian sementara untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Baca Juga:
Banjir Bandang Seret Kayu Gelondongan, Bareskrim Mulai Selidiki Dugaan Pembalakan Liar
“Sedang dipersiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyiapkan hunian sementara, sudah ada programnya. Setelah itu, nanti akan disiapkan hunian tetap juga. Jadi ada hunian sementara dan hunian tetap, sudah menjadi bagian dari rekonstruksi dan rehabilitasi,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa, 2 Desember 2025.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan pemerintah saat ini tengah fokus menangani kegawatdaruratan di ketiga provinsi tersebut, mengingat pencarian korban masih terus dilakukan serta beberapa wilayah masih terisolir.
Baca Juga:
Viral Penampakan Sungai Ombilin Pasca Hujan Deras, Bak Seperti di Swiss
“Kalau kedaruratannya ini nanti sudah agak mereda, akan dibangun hunian sementara dan hunian tetap. Saat ini kita sedang tahap evakuasi dan memberikan dukungan logistik yang dibutuhkan bagi para pengungsi atau mereka yang terdampak. Setelah itu, mulai dipikirkan sekarang juga rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar dia.
Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat ditemui di acara Halalbihalal PKB, kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu, 20 April 2025
Foto :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Baca Juga:
Dubes Thailand Soroti Banjir Sumatera Imbas Krisis Iklim, Desak Dekarbonisasi!
Gus Ipul juga mengemukakan, saat ini BNPB tengah menghitung, membuat perencanaan, hingga melakukan pemetaan di lapangan sehingga yang kehilangan rumah bisa mendapatkan tempat berlindung sementara.
“Sekaligus nanti akan didiskusikan dengan pemerintah daerah untuk dibangun hunian yang tetap, biasanya sih nanti daerah yang menyediakan lahan atau mungkin menggunakan lahan-lahan milik pemerintah. Kemudian, nanti akan dibangun secara bertahap seperti di Lumajang (Jawa Timur) atau di tempat-tempat lain kan dilakukan hal yang sama,” paparnya.
Mensos tidak memungkiri bahwa banyak kendala yang terjadi di lapangan, utamanya untuk mengevakuasi masyarakat yang masih terisolir di tempat-tempat yang sulit dijangkau via darat.
“Bahkan itu ada Wali Kota Sibolga (Sumatera Utara) sampai 2 hari beliau itu juga baru bisa keluar dari kepungan longsor, jadi memang kendalanya luar biasa. Kemarin saya mendampingi Presiden ke beberapa titik di sana, tentu kondisinya sudah mulai membaik,” tuturnya.
Kemensos terus memperkuat dukungan bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kemarin, Senin (1/12), total nilai bantuan logistik bufferstock yang telah didistribusikan Kemensos untuk tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp14,5 miliar.
Halaman Selanjutnya
Selain bantuan logistik bufferstock, Kemensos juga menggerakkan layanan bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar.










