LONDON– Perwakilan Amerika, Ukraina, dan Rusia berkumpul lagi di Uni Emirat Arab pada hari Rabu untuk putaran perundingan trilateral berikutnya mengenai kemungkinan diakhirinya invasi besar-besaran Moskow terhadap negara tetangganya, yang ulang tahun keempatnya akan terjadi akhir bulan ini.

Pembicaraan di Abu Dhabi diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis. Perundingan tersebut merupakan tahap kedua dari layout trilateral, dan yang pertama juga telah diadakan di Abu Dhabi bulan lalu.

Baik Moskow maupun Kyiv menggambarkan putaran pertama perundingan trilateral sebagai hal yang konstruktif, namun masih ada beberapa hal yang menimbulkan ketidaksepakatan.

Diantaranya adalah nasib wilayah Donbas di timur Ukraina, yang sebagian telah diduduki Rusia dan Moskow menuntut penarikan penuh militer Ukraina– sebuah proposition yang ditolak oleh Kyiv.

Penguasaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina selatan– yang diduduki pasukan Moskow sejak Maret 2022– juga menjadi poin penting diskusi.

Masalah existed yang belum terselesaikan adalah sifat jaminan keamanan Barat pascaperang terhadap Ukraina, yang tanpanya Kyiv mengatakan Moskow akan mampu melancarkan babak agresi baru di masa depan. Keterlibatan mengikat pasukan Amerika dalam jaminan keamanan tersebut merupakan tuntutan utama Ukraina.

Dalam gambar yang diambil dari video clip yang disediakan oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada 4 Februari 2026, artileri roket Rusia menembak ke arah posisi Ukraina di lokasi yang dirahasiakan di Ukraina.

AP

Rusia secara konsisten menyatakan tidak akan menerima penempatan pasukan NATO di Ukraina pascaperang. Namun setelah pembicaraan dengan utusan perdamaian Presiden AS Donald Trump Steve Witkoff pada akhir pekan, perunding Rusia Kirill Dmitriev mengatakan, “Beberapa jaminan keamanan dalam beberapa bentuk mungkin dapat diterima.”

Para delegasi akan berkumpul pada hari Rabu ketika Ukraina terhuyung-huyung akibat pemboman besar-besaran pesawat tak berawak dan rudal Rusia pada Senin malam, yang menurut para pejabat Ukraina menyebabkan kerusakan serius pada jaringan energi negara itu.

Musim dingin ini telah menyaksikan serangan Rusia yang intens dan berkelanjutan terhadap infrastruktur energi Ukraina, yang menyebabkan pemadaman listrik rutin bagi jutaan warga Ukraina di tengah suhu di bawah titik beku.

Pada hari Kamis, Trump mengatakan dia telah mendapatkan komitmen Rusia selama seminggu untuk menghentikan serangan terhadap target energi Ukraina. Moskow mengkonfirmasi perjanjian tersebut, namun mengatakan jeda tersebut hanya diperpanjang hingga Minggu. Kyiv mengatakan pihaknya juga akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan pada Senin malam melanggar jeda yang seharusnya dilakukan selama seminggu. Presiden Ukraina juga mengatakan, “Pekerjaan tim perundingan kami akan disesuaikan.”

Namun Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa perjanjian tersebut hanya berlangsung dari “Minggu hingga Minggu,” dan menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “menepati janjinya mengenai hal itu.”

“Anda tahu, dalam satu minggu, kami akan melakukan apa pun karena di sana sangat, sangat dingin. Namun saat itu terjadi pada hari Minggu dan dia pergi dari Minggu ke Minggu,” kata Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi isyarat saat menyampaikan konferensi pers dengan Sekretaris Jenderal NATO setelah pertemuan mereka di Kyiv, 3 Februari 2026

Genya Savilov/AFP through Getty Images

Zelenskyy mengatakan pada hari Selasa, “Tadi malam, Rusia melanggar janjinya, yang berarti Rusia sekarang percaya bahwa satu minggu hanya memiliki kurang dari empat hari, bukannya tujuh hari, atau Rusia benar-benar bertaruh pada perang dan hanya menunggu hari-hari terdingin di musim dingin ini.”

Zelensky juga mengatakan dalam sebuah postingan di Telegram bahwa Kyiv sedang menunggu “reaksi Amerika Serikat terhadap serangan Rusia.”

Zelenskyy berpendapat bahwa serangan itu merusak harapan keberhasilan perundingan. “Hal ini juga menunjukkan banyak janji lain yang telah atau mungkin masih dibuat oleh Rusia. Jika janji mereka tidak ditepati hingga saat ini, apa yang bisa diharapkan selanjutnya?” katanya dalam postingan di Telegram.

“Mereka juga berbohong sebelum perang ini, dan Rusia melancarkan perang skala penuh, mencoba menipu semua orang tentang niat mereka dan tentang Ukraina. Bahkan sekarang, dalam rincian ini, dalam perjanjian dengan Amerika Serikat, Rusia kembali melakukan penipuan,” tulis Zelenskyy.

Baik Rusia dan Ukraina melanjutkan serangan jarak jauh mereka semalam hingga Rabu.

Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan drone Rusia di Kharkiv, Ukraina, pada 3 Februari 2026

Sofia Gatilova/Reuters

Angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 105 drone ke negara itu dalam semalam, 88 di antaranya ditembak jatuh atau berhasil dipadamkan. Tujuh belas drone terkena dampak di 14 lokasi, kata angkatan udara.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menembak jatuh 24 drone Ukraina dalam semalam.

Tautan Sumber