Kamis, 15 Januari 2026 – 22: 04 WIB

Kopenhagen, VIVA — Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan pembicaraan dengan delegasi Amerika Serikat (AS) berjalan alot dan Washington masih ngotot ingin menguasai Greenland yang merupakan wilayah otonom Denmark.

Baca Juga:

Jerman Kirim 13 Tentara ke Greenland di Tengah Ancaman AS

Hal tersebut terungkap dari hasil pembicaraan antara menteri luar negeri Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Washington pada Rabu, 14 Januari 2026

Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa dia, bersama Menlu Greenland Vivian Motzfeldt, gagal meyakinkan pihak AS supaya tidak mencaplok Greenland saat bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menlu AS Marco Rubio di Washington.

Baca Juga:

Trump: Denmark Tak Bisa Diandalkan Lindungi Greenland dari Ancaman China dan Rusia

“Kemarin, saya mendapat kabar terkait rapat antara perwakilan Greenland, Denmark, dan Amerika Serikat … pembicaraan berlangsung alot, tapi saya tetap menyampaikan terima kasih kepada kedua menteri yang telah menjelaskan posisi Kerajaan Denmark dan menepis kecurigaan AS. Ini sangat penting,” kata Frederiksen pada Kamis, sebagaimana dikutip TV 2 Denmark.

Frederiksen menambahkan bahwa masih ada perselisihan pendapat mengingat AS bersikukuh mempertahankan rencananya menguasai Greenland.

Baca Juga:

Makin Panas! Iran Tutup Wilayah Udara untuk Semua Penerbangan

Untuk itu, PM Denmark menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja untuk mencegah AS mencaplok wilayah mereka. Pemerintah Denmark akan menyampaikan perkembangan terkini ke hadapan parlemen pada Jumat, kata dia.

Meski gagal meyakinkan AS supaya tidak mengambil alih Greenland, Rasmussen berkata bahwa AS dan Denmark setuju membentuk sebuah kelompok kerja tingkat tinggi untuk “mencari penyelesaian bersama ke depan”.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa Greenland harus menjadi wilayah AS atas dasar posisinya yang strategis untuk keamanan nasional serta dengan dalih mempertahankan “dunia bebas” dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland menegaskan bahwa AS tak boleh mencaplok Greenland dan meminta AS menghormati keutuhan wilayahnya.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953, dan wilayah tersebut mendapat otonomi luas pada 2009 yang mencakup wewenang memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri.

Kapal tanker minyak Venezuela Bella 1 yang tengah diburu AS di Laut Karibia

AS Resmi Mulai Jual Minyak Venezuela

Amerika Serikat telah merampungkan penjualan pertama minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS (sekitar Rp 8, 45 triliun), kata seorang pejabat pemerintahan AS.

img_title

VIVA.co.id

15 Januari 2026

Tautan Sumber