Minggu, 25 Januari 2026 – 10:51 WIB
Tapanuli Tengah, VIVA – Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan (PDIP) menggelar bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dari mulai Kamis 22 Januari hingga Sabtu 24 Januari 2026.
Baca Juga:
Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah Jadi 8 Orang, Bandung Barat Berstatus Darurat Bencana
Panitia Natal Nasional PDIP memilih menggelar perayaan Natal bersama para korban bencana dengan mengusung tema “Gotong Royong Dalam Kasih Allah”.
Seluruh panitia Natal Nasional PDIP menyusuri posko-posko pengungsian korban bencana di Tapteng, seperti di Kecamatan Tukka Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri, Sibolga, dan sejumlah lokasi lainnya yang terdampak bencana.
Baca Juga:
Momen Megawati Dicium Tiga Anaknya saat Rayakan Ultah ke-79, Trah Soekarno Reuni
Marinus Gea selaku ketua panitia Natal Nasional PDIP menyatakan bahwa perayaan Natal bersama pengungsi di Tapanuli Tengah memberikan makna Natal yang berbeda, tidak hanya sebatas pada liturgi semata tetapi lebih menerapkan cinta kasih Allah yang sesungguhnya.
“Ini membuktikan kepedulian dan kehadiran PDIP di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDIP mengusung prinsip menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami dari panitia Natal Nasional PDIP berbagi kasih bersama rakyat,” kata Marianus Gea, Minggu 25 Januari 2026.
Baca Juga:
Potret HUT ke-79 Megawati: Reuni Trah Soekarno, Sajian Nusantara dan Doa untuk Pertiwi
Marianus Gea menuturkan, perayaan Natal Nasional PDIP bersama masyarakat terdampak bencana alam di Tapteng, tepatnya di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Lokasi ini dipilih secara khusus karena merupakan daerah yang terdampak bencana alam.
“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar Natal Nasional dilaksanakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita ingin hadir, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berbagi pengharapan dan sukacita,” tutur Marianus.
Ia menjelaskan, perayaan Natal Nasional ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi iman dan aksi nyata. Kehadiran PDIP di tengah masyarakat mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus yang hadir dalam kesederhanaan dan pengorbanan demi keselamatan umat manusia.
“Sebagaimana hakikat Natal, Tuhan Yesus hadir membawa keselamatan melalui pengorbanan. Demikian pula kita sebagai anak bangsa, bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” terang Marianus.
Pada Natal Nasional PDIP tahun ini, diangkat Subtema “Dengan Perayaan Natal PDI Perjuangan, Kita Pulihkan Semangat Masyarakat Tapanuli Tengah untuk Bangkit Lebih Cepat”, serta Subtema Khusus PDI Perjuangan “Gotong Royong dalam Cinta dan Kasih Allah.”
Halaman Selanjutnya
Panitia Natal Nasional PDIP beserta seluruh kader juga turut bersama-sama melakukan potong tumpeng bersama masyarakat terdampak bencana, sebagai perayaan hari ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.












