Pasukan Israel Netralkan Komandan Hamas dalam Serangan di Khan Yunis

Dalam eskalasi ketegangan terbaru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi tewasnya Nasser Musa, komandan senior Hamas yang terkait dengan Brigade Rafah, dalam serangan terarah di Khan Yunis. Musa, yang oleh intelijen Israel disebut sebagai “aktor kunci” di balik serangan terhadap warga sipil Israel, dikabarkan sedang merencanakan aksi lanjutan sebelum digagalkan IDF.

Detail Operasi

Serangan presisi yang dilancarkan dini hari Selasa ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk melumpuhkan infrastruktur militer Hamas di wilayah selatan Gaza. Sumber militer menyebut Musa bertanggung jawab atas penyelundupan senjata dan koordinasi sel teror di Rafah, pusat aktivitas Hamas.

“Operasi ini membuktikan komitmen kami untuk menetralisir ancaman,” tegas Letkol Avichay Adraee, juru bicara IDF. “Kematian Musa mengganggu kemampuan Hamas melancarkan serangan dari wilayah padat penduduk.”

Latar Belakang Ketegangan

Serangan ini terjadi setelah minggu-minggu peningkatan konflik di Gaza, dengan Israel bersumpah memberantas kepemimpinan Hamas pasca-serangan 7 Oktober. Rafah, dekat perbatasan Mesir, menjadi sasaran operasi Israel karena jaringan terowongan dan perdagangan senjata Hamas.

Hamas mengutuk serangan ini sebagai “agresi brutal” dan mengancam balasan. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan setidaknya dua korban lain, meski identitasnya belum dikonfirmasi.

Dampak Regional

Serangan ini bertepatan dengan desakan internasional untuk meredakan ketegangan, sementara kelompok kemanusiaan memperingatkan memburuknya kondisi di Gaza. Analis menyebut fokus IDF pada target tinggi mencerminkan strategi untuk menghindari operasi darat masif sekaligus melumpuhkan komando Hamas.

Perkembangan Kunci: 

  • Kematian Musa pukulan telak bagi operasi Hamas di Rafah.
  • IDF tuduh Hamas gunakan kawasan sipil untuk tujuan militer.
  • PBB desak kedua pihak hindari eskalasi.

Situasi tetap tidak stabil, dengan kedua pihak bersiap menghadapi kemungkinan kekerasan lanjutan. Pembaruan lebih lanjut akan menyusul.