Sabtu, 10 Januari 2026 – 00:11 WIB
Kupang, VIVA – Badan SAR Nasional resmi menutup operasi pencarian terhadap satu WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada 26 Desember lalu.
Baca Juga:
Operasi SAR Ditutup, 1 Anak Pelatih Valencia CF Dinyatakan Hilang Dalam Tragedi KM Putri Sakina
“Iya benar, ditutup per hari ini,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dihubungi dari Kupang, Jumat.
Operasi SAR kata dia ditutup oleh Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi., bertempat di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga:
Pelayaran Wisata di Taman Nasional Komodo Dibuka Besok, Dilarang Berlayar Malam Hari
![]()
Pelatih Valencia FC Ditemukan Tewas setelah 10 Hari Pencarian
Foto :
- Vera Bahali/tvOne/Labuan Bajo
Dia mengatakan tim SAR gabungan telah berjibaku selama 15 hari berturut-turut untuk melaksanakan operasi SAR pencarian kepada empat korban yang tenggelam dan hilang.
Baca Juga:
Operasi SAR KM Putri Sakinah Diperpanjang, Fokus Cari Satu Anak Pelatih Valencia yang Masih Hilang
Selama 15 hari pencarian korban mulai dari tanggal 26 Desember hingga Jumat 9 Januari pihaknya berhasil menemukan tiga korban tenggelam dalam keadaan tak bernyawa.
Korban pertama ditemukan pada Senin 29 Desember 2025 pagi pukul 06.05 wita dalam keadaan meninggal dunia ditemukan sekitar 900 meter dari titik duga kapal tenggelam.Korban tersebut beridentitas perempuan WNA Spanyol.
Korban kedua ditemukan pada pencarian hari ke-10 yakni pada Minggu 4 Januari oleh tim SAR gabungan. Jasad korban tersebut terkonfirmasi adalah pelatih tim B Sepak Bola Wanita Valencia, Spanyol, Fernando Martin Carreras.
Dia ditemukan pada pukul 08.47 wita dan berjarak 1,13 nauticalmile atau sekitar dua kilometer dari titik duga kapal KM. Putri Sakina tenggelam.
Pada operasi SAR hari ke-12 pada Selasa 6 Januari satu jasad korban akibat tenggelamnya KM. Putri Sakinah kembali ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Korban yang ditemukan tersebut adalah seorang laki-laki yang kemudian berhasil diidentifikasi berusia sepuluh tahun dan dipastikan adalah anak dari Fernando Martin Carreras.
Sementara itu korban yang belum ditemukan adalah Martines Ortuno Enriquejavier.
Dia menambahkan pihaknya telah berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pencarian, dengan melakukan perluasan area pencarian, penambahan peralatan sonar, penambahan tim penyisiran dan penyelam dan alut telah dikerahkan secara maksimal namun hingga hari ke-15 namun1 WNA Spanyol belum bisa ditemukan dan dinyatakan hilang.
Halaman Selanjutnya
Namun apabila di kemudian hari sudah ada tanda-tanda ditemukannya korban, maka operasi SAR bisa dibuka kembali. Terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam gerakan kemanusiaan ini, ujarnya. (Semut)










