Rabu, 21 Januari 2026 – 15: 36 WIB

Bogor, VIVA – Kantor SAR Jakarta akhirnya menutup operasi pencarian dan pertolongan pada selasa, 20, Januari 2026, malam terhadap tiga orang yang diduga hilang di tambang emas kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga:

Kapolri Akui Tantangan Berat Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak, Ini Sebabnya

Kedalaman galian mencapai lebih kurang 200 meter dengan size lebar 50 – 70 CENTIMETERS, Tim Rescue dengan menggunakan Alat Pelindung Diri( APD) lengkap dengan Self Had Breathing Device (SCBA), alat detektor gas, dan peralatan SAR untuk di ruang terbatas (Constrained Space Rescue) masuk ke location galian tersebut.

Kemudian SRU II sebagai unsur medis berada di luar penambangan tersebut. Hal itu diungkap Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari.

Baca Juga:

Tragis! Paman di Manggarai Barat Tewas Dibacok Tiga Keponakan Kandung

“Setelah Tim Rescue kami yang terdiri Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan browsing area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi,” kata dia, Rabu, 21 Januari 2026

Dirinya juga mengatakan bahwa pada selasa, 20 Januari 2026, sore hari, Tim Rescue melakukan debriefing dan evaluasi Operasi SAR dengan stakeholder terkait serta saksi dan juga keluarga korban dihasilkan simpulan bahwa Operasi SAR dinilai tidak efektif dan dapat dilakukan penutupan operasi SAR, karena korban tidak ditemukan.

Baca Juga:

Satu Korban ATR 42 – 500 Teridentifikasi, Pramugari Bernama Florencia Lolita Wibisono

Hal ini sesuai dengan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Operasi Pencarian dan Pertolongan.

“Saya berpesan agar masyarakat mematuhi aturan mengenai objek crucial guna melindungi diri dari hal-hal bisa merugikan keselamatan jiwa. Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah objek vital, karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekwensi yang timbul dari hal tersebut menjadi menjadi kelalaian pada diri kita sendiri,” tutur Desiana.

Sebelumnya diberitakan, Di balik lorong sempit tambang emas di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga masih ada tiga warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan segera.

Tim rescue Basarnas dari Kantor SAR Jakarta bersama Basarnas Unique Team (BSG) dikerahkan untuk melakukan evakuasi di lokasi tambang yang diketahui telah lama ditutup oleh PT Aneka Tambang (Antam) tersebut.

Halaman Selanjutnya

Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Organizer (SMC), Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa langkah penanganan telah dimulai sejak asap terdeteksi keluar dari galian tambang pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026

Tautan Sumber