Rabu, 14 Januari 2026 – 16:00 WIB
Jakarta – Langkah ONIC Esports di ajang M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang berada di ujung tanduk setelah mereka harus mengakui keunggulan Team Spirit pada lanjutan babak Swiss Stage.
Baca Juga:
Bangunan Ikonik Indonesia Hadir di Game TheoTown: Mulai dari Monas hingga Gedung DPR
Kekalahan ini membuat posisi wakil Indonesia tersebut semakin tertekan dan berpotensi gagal melaju ke babak knockout jika kembali terpeleset di pertandingan berikutnya.
![]()
Turnamen M7 Kejuaraan Dunia 2026
Baca Juga:
Nintendo Switch Online Tawarkan Akses Gratis Puluhan Game Klasik, Cek di Sini Sekarang!
Pertandingan yang digelar di XO Hall MPL Arena itu berlangsung dalam format best of one (Bo1). Dalam laga krusial tersebut, Team Spirit tampil lebih rapi dan disiplin sejak awal permainan.
Mereka mampu mengendalikan tempo, meminimalkan kesalahan, serta memanfaatkan momentum hingga akhirnya mengamankan kemenangan atas ONIC.
Baca Juga:
Tier List The Forge Roblox: Panduan Lengkap Senjata, Pickaxe, dan Ras Terbaik
Team Spirit Tampil Solid dan Penuh Percaya Diri
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Team Spirit, terutama karena mereka pernah dikalahkan ONIC pada ajang M5 World Championship sebelumnya. Di M7, tim asal kawasan Eropa Timur itu menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari segi strategi maupun eksekusi permainan.
Salah satu pemain Team Spirit, SunsetLover, menyampaikan bahwa timnya tidak hanya fokus memenangkan satu pertandingan. Mereka datang ke M7 dengan target besar, yakni menaklukkan semua lawan dan membawa pulang gelar juara dunia. Mental bertanding dan konsistensi disebut menjadi kunci utama kekuatan mereka sepanjang turnamen.
ONIC Dalam Tekanan Berat di Swiss Stage
Bagi ONIC Esports, kekalahan ini menjadi pukulan besar, apalagi mereka bermain di hadapan publik sendiri. Hasil tersebut membuat rekor ONIC di Swiss Stage berada dalam posisi rawan. Dalam format Swiss Stage, tim yang mengoleksi tiga kekalahan akan langsung tersingkir dari turnamen.
Dengan kondisi tersebut, ONIC kini tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Mereka wajib memenangkan pertandingan berikutnya agar tetap menjaga peluang lolos ke fase knockout. Satu kekalahan tambahan bisa menjadi akhir perjalanan tim berjuluk Landak Kuning di M7 World Championship.
Persaingan Semakin Ketat
Kekalahan ONIC juga menegaskan bahwa persaingan di M7 World Championship semakin merata. Tidak hanya tim-tim dari Asia Tenggara yang mendominasi, tetapi juga wakil dari kawasan EECA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) mulai menunjukkan taringnya.
Halaman Selanjutnya
Team Spirit kini dipandang sebagai salah satu kuda hitam yang berpotensi melangkah jauh di turnamen ini. Performa solid mereka menjadi sinyal bahwa peta kekuatan Mobile Legends dunia semakin kompetitif.










