Minggu, 8 Februari 2026 – 12:35 WIB
Jakarta – Onad hanya bisa menangis saat menerima pukulan dari sang istri, Beby Prisillia, setelah kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat dirinya terbongkar ke publik. Pengakuan emosional tersebut terungkap saat Onad dan Beby Prisillia berbincang secara terbuka mengenai peristiwa pahit yang mereka alami.
Baca Juga:
Emosi Meledak, Beby Prisillia Akui Sempat Pukul Onad saat Tertangkap Kasus Narkoba
Beby mengungkapkan bahwa kemarahannya saat pertama kali mengetahui Onad ditangkap polisi benar-benar tak terbendung. Ia mengaku bukan menangis, melainkan dipenuhi amarah karena merasa dikhianati dan mentalnya runtuh seketika. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Beby Prisillia dan Onadio Leonardo.
Baca Juga:
TERPOPULER: Video Lawas Denada Disebut Pura-pura Sakit, Onad Divonis Peter Pan Syndrome
“Pas ketangkap doang marah banget. Gua sampe tampol,” kata Beby Prisillia yang dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier pada Minggu, 8 Februari 2026.
Onad pun tidak menampik kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya memang menerima pukulan dari sang istri, dan menganggap itu sebagai konsekuensi dari kesalahan yang ia lakukan.
Baca Juga:
Meski Negatif Narkoba, Ini Alasan Beby Prisillia Tetap Setia Temani Onad saat Ditangkap Polisi
“Gua kena pukulan wanita,” timpal Onad.
Menurut Beby, kemarahannya muncul karena tindakan Onad berdampak besar pada kehidupannya. Ia merasa apa yang dilakukan sang suami telah merusak banyak hal, mulai dari kepercayaan hingga ketenangan keluarga yang selama ini ia jaga dengan susah payah.
“Lu hancurin banyak orang, lu hancurin gua, lu hancurin semuanya gitu loh,” ujar Beby dengan nada kecewa.
Tak berhenti sampai di situ, Beby juga mengaku sempat meluapkan emosinya lewat kata-kata keras saat pertama kali menemui Onad. Kelelahan emosional yang dipendam lama akhirnya meledak tanpa bisa dikendalikan.
“Waktu aku datang aku naik ke atas dulu dong. Anj*ng Nad ya aku bilang capek banget. Kamu banget ya kenapa bisa tahan,” ucapnya menirukan ucapannya saat itu.
Di sisi lain, Onad menggambarkan dirinya berada di titik paling rapuh. Ia mengaku tidak memiliki daya untuk membela diri, bahkan emosinya langsung runtuh hingga hanya bisa menangis.
“Aku langsung menangis, jiwa kewanitaanku keluar. Tak kusangka aku berada di posisi sepertimu, tapi terkadang aku seperti masih punya pertahanan diri,” kata Onad.
Halaman Selanjutnya
Sempat merasa bahwa penggunaan narkoba yang ia lakukan hanya sesekali, Onad akhirnya menyadari bahwa situasi yang dihadapinya jauh lebih serius ketika harus berurusan dengan hukum.













