Sabtu, 7 Februari 2026 – 07:28 WIB
VIVA –Media pemerintah Iran pada Jumat melaporkan bahwa putaran terbaru negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Oman telah berakhir, dengan kedua delegasi kembali ke ibu kota masing-masing.
Baca Juga:
Iran Keberatan Komandan CENTCOM AS Ikut Nimbrung Negosiasi: Diplomasi Dibayangi Ancaman Militer
Seorang reporter televisi pemerintah Iran yang mengikuti delegasi Teheran mengatakan pembicaraan dengan AS dihentikan “untuk sementara” setelah berlangsung selama beberapa jam. Kantor berita resmi Iran, IRNA, turut mengonfirmasi berakhirnya perundingan tersebut, seraya menyebut adanya indikasi “pemahaman bersama untuk melanjutkan negosiasi” di tahap berikutnya.
Menurut laporan IRNAdalam sesi yang dimulai pada Jumat pagi itu, delegasi Iran dan AS menyampaikan pandangan, pertimbangan, serta pendekatan masing-masing melalui Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang bertindak sebagai mediator.
Baca Juga:
Iran Bersedia Hentikan Sementara Program Nuklir Jika AS Cabut Sanksi
Putaran negosiasi kali ini telah selesai, dan putaran berikutnya diperkirakan akan digelar dalam beberapa hari mendatang, tambah laporan tersebut.
Sebelumnya, Iran kemungkinan bersedia menghentikan sementara program nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat, demikian dilaporkan The New York Post pada Jumat, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.
Baca Juga:
Negosiasi Putaran Pertama di Oman: Iran Tolak Tuntutan AS “Zero” Pengayaan Uranium
Menurut surat kabar tersebut, para diplomat AS dan Iran sedang bertemu di Oman untuk membahas situasi di Timur Tengah dan mencegah eskalasi di kawasan tersebut. Pertemuan ini menandai negosiasi pertama setelah jeda berbulan-bulan yang dipicu oleh fase terbuka konflik Iran-Israel pada Juni 2025, setelah lima putaran konsultasi sebelumnya.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara tim AS dipimpin oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pembicaraan pada Jumat, kedua delegasi mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi, menurut laporan dari media pemerintah Iran.
Presiden Trump mengatakan pada Januari bahwa “armada besar” sedang menuju Iran, menambahkan bahwa ia berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang melibatkan penghentian total senjata nuklir.
Presiden memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai tentang program nuklir Iran, serangan AS terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” daripada serangan sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan diplomasi nuklir tidak langsung mereka di tengah meningkatnya ketegangan selama beberapa pekan terakhir, yang dipicu oleh ancaman kemungkinan aksi militer dari Presiden AS Donald Trump terhadap Teheran









