Ancaman dunia maya baru telah muncul, menyamar sebagai “MMS viral 12 menit” yang sensasional yang melibatkan seseorang bernama Angel Nuzhat. Penipuan ini menyebar dengan cepat di WhatsApp, Telegram, dan X (sebelumnya Twitter). Menyusul hoax deepfake serupa awal tahun ini yang melibatkan Mathira Khan, Alina Amir, dan Arohi Mim, pihak berwenang memperingatkan bahwa tren ini adalah skema phishing yang canggih.
Meski banyak yang mencari “tautan video clip asli”, pakar forensik electronic mengonfirmasi bahwa video clip tersebut tidak ada. Sebaliknya, kata kunci yang sedang tren ini digunakan untuk mendistribusikan malware “Submit Hantu” yang bertujuan menguras rekening financial institution.
Anatomi Penipuan ‘Data Hantu’
Tambahkan Zee Information sebagai Sumber Pilihan
Analis keamanan siber di Seqrite Labs dan Quick Heal melaporkan bahwa mengeklik tautan berjudul “Video Asli Angel Nuzhat” tidak akan memutar klip. Sebaliknya, ia mengunduh documents APK (untuk Android) atau skrip berbahaya secara diam-diam di latar belakang.
Setelah “Submit Hantu” diinstal, peretas dapat: &# 13;
&# 13;
– Curi Kredensial Perbankan : Tangkap pin UPI dan kata sandi net-banking dengan mencatat penekanan tombol.
– Akses Media Pribadi : Mengunggah foto pribadi ke web server jarak jauh, yang berpotensi menyebabkan pemerasan seks.
– Lewati 2 FA : Membaca pesan SMS yang masuk untuk mencegat One-Time Passwords (OTPs).
– Pembajakan Jarak Jauh : Gunakan perangkat untuk mengirim tautan penipuan yang sama ke semua kontak.
Pengenalan Pola: Dari Alina Amir hingga Angel Nuzhat
Maraknya penipuan video “berwaktu” pada tahun 2026– yang ditandai dengan label khusus seperti “Misteri 7: 11 atau “Klip 19: 34– mewakili perubahan psikologis yang diperhitungkan dalam kejahatan dunia maya. Menurut pakar forensik digital, peralihan dari judul umum ke durasi tepat seperti” 12 menit” adalah taktik strategis yang dirancang untuk menghindari skeptisisme alami. Dengan memberikan stempel waktu tertentu, penipu menciptakan kesan keaslian palsu yang mengelabui pengguna yang penasaran agar percaya bahwa mereka mengakses submit asli yang bocor dan bukan tipuan yang dihasilkan.
Tren ini mengikuti pola yang konsisten dari umpan “MMS” terkenal yang digunakan sepanjang awal tahun 2026 Misalnya, video” 10 menit” Mathira Khan terungkap sebagai tipuan deepfake, sedangkan klip” 5 menit” Alina Amir diidentifikasi sebagai umpan phishing yang dibuat oleh AI. Demikian pula, tren” 19 menit” Arohi Mim adalah jebakan malware berbahaya yang menggunakan rekaman yang digunakan ulang untuk menarik klik. Klaim” 12 menit” Angel Nuzhat saat ini adalah yang terbaru dari rangkaian clickbait buatan ini, yang berfungsi sebagai wadah kosong untuk “File Hantu” yang mencuri information.
Dalam kasus Arohi Mim, penipu bahkan menggunakan kembali cuplikan kasar “Behind the Scenes” (BTS) dari dramatization TV lama untuk membuat thumbnail menyesatkan yang menarik korban untuk mengkliknya.
Voyeurisme Digital: Alat Penipu Terhebat
Pihak berwenang menunjukkan adanya tren yang memprihatinkan di mana kasus kriminal sebenarnya digunakan kembali untuk memberikan kredibilitas pada hoaks. Misalnya, kasus pemerasan seks baru-baru ini di Karimnagar yang melibatkan seorang wanita bernama Lalitha diklaim oleh para penipu sebagai “bukti” bahwa video clip Angel Nuzhat adalah bagian dari kebocoran yang lebih besar dan terjadi di dunia nyata.
“Angel Nuzhat” sendiri sepertinya merupakan identitas yang dibuat-buat, dibuat semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dari optimasi mesin pencari (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION) dan untuk menyasar pengguna yang tertarik dengan voyeurisme digital.
Saran Departemen Siber: Tetap Aman di tahun 2026
Dengan lebih dari 13 pesan penipuan yang menjangkau rata-rata pengguna di India setiap hari, Portal Pelaporan Kejahatan Dunia Maya Nasional telah memberikan panduan berikut:
– Jangan Pernah Klik Tautan yang Diteruskan : Terutama mereka yang mengaku menghosting konten yang “bocor” atau “pribadi”.
– Periksa Ekstensi Data : Jika “tautan video” meminta Anda mengunduh file.apk,. exe, atau.zip, itu pasti malware.
– Hindari Grup ‘Kebocoran’ Telegram : Ini terutama berfungsi sebagai center untuk robot pengumpulan data.
– Laporkan Segera : Jika Anda mengeklik tautan, putuskan sambungan internet, hapus instalan aplikasi yang tidak dikenal, dan hubungi Saluran Bantuan Nasional (1930
(Penafian: Laporan berikut adalah Peringatan Keamanan Kepentingan Umum. Zee News (ZMCL) dan platform digital kami berkomitmen untuk melindungi pemirsa kami dari meningkatnya ancaman penipuan dunia maya. Informasi mengenai “MMS 12 Menit Angel Nuzhat” adalah Pemeriksaan Fakta yang dimaksudkan untuk mencegah pencurian digital dan penyusupan perangkat.) &# 13;
&# 13;
&# 13;
&# 13;
BACA JUGA |’Bunuh diri’ Jeffrey Epstein dikecam: Ahli patologi memperbarui tuduhan pembunuhan setelah 3 juta halaman DOJ bocor










