Kamis, 29 Januari 2026 – 18:10 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama Misi Dagang dan investasi antara Provinsi Jatim dan Provinsi Jateng di Hotel PO Kota Semarang, Kamis (29/1). FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.
jateng.jpnn.comSEMARANG – Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan capaian signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,9 triliun.
Capaian ini menjadi titik awal penguatan sinergi ekonomi antarprovinsi yang dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan bersama.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang dan investasi yang untuk pertama kalinya digelar di Jateng tersebut berhasil membukukan transaksi hingga pukul 13.00 WIB sebesar Rp 2,9 triliun.
Rinciannya, Jatim menjual produk senilai Rp 2,658 triliun, membeli Rp 184 miliar, serta mencatatkan investasi sebesar Rp 96 miliar.
“Alhamdulillah, transaksi yang terbangun sangat positif. Ini menunjukkan potensi besar kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah,” kata Khofifah seusai acara perjanjian kerja sama di Hotel PO Kota Semarang, Kamis (29/1).
Dia menjelaskan investasi sebesar Rp 96 miliar tersebut dilakukan oleh Real Estate Indonesia (REI) Jatim bekerja sama dengan REI Jateng.
Investasi ini difokuskan pada pengadaan lahan untuk mendukung program nasional, mengingat sebagian besar lahan di Jatim telah berstatus lahan sawah dilindungi dan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), sehingga ruang pengembangan relatif terbatas.
“Karena keterbatasan lahan di Jawa Timur, maka REI Jatim melakukan investasi pengadaan di Jateng,” ujarnya.
Sinergi ekonomi antarprovinsi Jateng-Jatim makin menguat dengan Misi Dagang yang tercatat Rp 2,9 triliun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google Berita












