Rabu, 3 Desember 2025 – 14:10 WIB

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan perkembangan terbaru soal penanganan material terkontaminasi di Cikande, Serang, Banten.

Baca Juga:

4 Kali Impor Barang Terpapar Radiasi Radioaktif Lewat Priok, Operasional Luckione dari Cikande Dihentikan Sementara

Kata Hanif, situasi di sana masih dalam kategori darurat dan butuh penanganan lanjutan yang serius.

Sampai saat ini, total ada 1.136,6 ton material terkontaminasi yang disimpan di interim storage milik PT PMT. Penyimpanan ini dilakukan karena seluruh material tersebut berasal dari lokasi perusahaan itu sendiri.

Baca Juga:

Terungkap! Kontaminasi Radioaktif Cengkeh di Lampung Bersumber dari Area Makam

“Memang kondisinya sangat darurat sehingga ke depan diperlukan segera dilakukan perencanaan detail oleh Bapeten maupun Batan, dalam hal ini BRIN dalam rangka melakukan penanganan material yang terkontaminasi yang hari ini kita tempatkan di gudang PT PMT,” kata Hanif dalam rapat bersama komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.

Hanif menjelaskan, dekontaminasi pada 12 titik telah rampung. Namun masih terdapat satu titik yang harus ditelusuri lebih jauh.

Baca Juga:

47 Kendaraan Terpapar Radioaktif Cs-137 di Cikande Sudah Bersih

Dugaan sementara, kata Hanif, bahan nuklir jenis cesium berada di bawah pondasi bangunan, sehingga metode dekontaminasi tidak dapat dilakukan secara biasa.

“Kami masih memerlukan kajian lebih lanjut. Kalau memang diperlukan, sepertinya kita mau tidak mau harus mengganti rumah tersebut untuk kita robohkan kalau memang cesium berada di pondasi bangunan yang tidak bisa kita lakukan dekontaminasi,” ungkap Hanif.

Lebih lanjut, dia menyebut Kementerian Lingkungan Hidup juga telah melakukan pemantauan terhadap seluruh kendaraan yang keluar dari kawasan Cikande melalui radiation portal monitoring (RPM).

Dari sekitar 71.000 kendaraan yang terpantau sejak awal kejadian, sebanyak 48 kendaraan terdeteksi terkontaminasi radionuklida.

“Langsung kita lakukan dekontaminasi ini terjadi pada awal-awal hari pada saat kejadian kemudian telah tidak muncul lagi kejadian sejak dua-tiga minggu setelah kejadian,” pungkas Hanif.

Menteri Hanif Faisol: Harus Ada yang Bertanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan di Batang Toru

Bagian hulu DAS Batang Toru kini telah menjadi area budi daya tanaman kering dan basah, yang seharusnya di sana berbentuk hutan.

img_title

VIVA.co.id

3 Desember 2025

Tautan Sumber