Kamis, 5 Februari 2026 – 23: 03 WIB

Jakarta — Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) mendorong Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk lebih memfokuskan perhatian dan kebijakan pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.

Baca Juga:

Prabowo Restui Pembentukan Satgas Kuala, Ini Tugasnya

Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, menegaskan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa potensi konflik wilayah di Laut Cina Selatan, maraknya praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), serta berbagai pelanggaran berupa pembabatan hutan yang berdampak langsung pada stabilitas nasional dan keamanan lingkungan.

“Isu-isu tersebut adalah ancaman riil terhadap kedaulatan dan masa depan bangsa. Fokus utama Menteri Pertahanan seharusnya berada pada penguatan pertahanan negara terhadap ancaman eksternal dan strategis, bukan terseret pada persoalan-persoalan yang berada di luar tugas dan fungsi Kementerian Pertahanan,” kata Fauzan dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026

Baca Juga:

Disorot Menhan, Kemenhub Beberkan Klasifikasi Detil Bandara IMIP di Morowali

Fauzan juga menilai bahwa keterlibatan atau pernyataan Menhan pada isu-isu di luar mandat pertahanan justru berpotensi mengaburkan prioritas nasional dan membuka ruang kegaduhan politik yang tidak produktif.

Padahal, tantangan di kawasan perairan strategis Indonesia serta kejahatan lintas negara seperti unlawful fishing membutuhkan konsentrasi penuh dan kebijakan pertahanan yang terukur.

Baca Juga:

Kala Menhan Kaget Ada Bandara Tak Punya Perangkat Negara: Ini Anomali!

Selain itu, FPIR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam isu polarisasi yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu demi kepentingan sempit.

“Kami mengimbau publik untuk tetap rasional dan tidak terpancing narasi adu domba. Polarisasi hanya akan melemahkan persatuan bangsa dan mengalihkan perhatian dari persoalan-persoalan besar yang seharusnya kita hadapi bersama,” ujar Fauzan.

FPIR menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program nasional yang berorientasi pada persatuan, kedaulatan negara, serta penguatan institusi sesuai dengan fungsi dan kewenangannya masing-masing.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang fokus pada mandat konstitusionalnya, bukan pada isu-isu yang justru memecah belah rakyat,” pungkasnya.

Menhan Sjafrie Bertemu dengan Petinggi Militer Turki, Ini yang Dibahas

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengadakan pertemuan dengan petinggi militer Turki untuk membahas ragam kerja sama.

img_title

VIVA.co.id

10 Januari 2026

Tautan Sumber